nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TKN Jokowi Minta Bawaslu Selidiki Pernyataan Habib Rizieq saat Reuni 212

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 21:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 03 337 1986305 tkn-jokowi-minta-bawaslu-selidiki-pernyataan-habib-rizieq-saat-reuni-212-90KfF7Dr8I.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres nomor 01, Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin, Raja Juli Antoni meminta Bawaslu untuk melakukan penyelidikan terhadap pernyataan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang diduga menggiring untuk memilih salah satu Capres saat Reuni Alumni 212 di Monas, Jakarta Pusat.

"Seperti saya katakan tadi, kami minta kepada Bawaslu untuk menyelidiki secara objektif apakah pernyataan Habib Rizieq Sihab (HRS) atau simbol-simbol lain itu bagian dari bagian pelanggaran kampanye," kata Raja Juli kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/12/2018).

 (Baca juga: PKB: Jika Gentle Persaudaran Alumni 212 Bikin Parpol!)

Ia pun mengaku jika diperhatikan seksama dalam pernyatan Habib Rizieq berdasarkan dari transkrip di media massa sangat jelas menginginkan pergantian presiden.

"Memang ada ekspresi mendukung atau meminta pergantian presiden tentu bermaksud pada calon tertentu pula," ucapnya.

212

 (Baca juga: Sebut Reuni 212 Sebagai Konsolidasi Politik, Kapitra Minta Polisi Tindak Tegas)

Oleh karena itu, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini meminta penyelenggara Pemilu ini mengambil tindakan secara tegas jika pernyataan HRS pada saat Reuni 212 masuk kedalam katagori pelanggaran kampanye.

"Jadi sekali lagi kami menunggu. Kami dalam posisi pasif untuk menunggu bagaimana Bawaslu menjadi institusi yang netral, menjadi wasit yang imparsial. Tapi sekali lagi kami tidak mau terlalu dini karena ini domain Bawaslu. Kami hanya memohon kepada Bawaslu mereka menjadi wasit yang fair," tutupnya.

 

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini