nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri: Biasanya KKB Papua Serang Aparat, Kalau Sulit Cari yang Lemah

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 13:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 05 337 1987088 kapolri-biasanya-kkb-papua-serang-aparat-kalau-sulit-cari-yang-lemah-t1wzQEukh3.jpg Kapolri Tito Karnavian

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian angkat bicara soal penembakan yang menewaskan 20 orang, yakni 19 pekerja proyek Trans Papua dan satu prajurit TNI.

Tito yang juga mantan Kapolda Papua itu menceritakan awal mula terjadinya gerakan Papua merdeka, yaitu saat Belanda memberikan kemerdekaan pada kelompok di sana.

"Sehingga 1 Desember biasanya mereka untuk menunjukkan eksistensi ada saja. Mulai dari pengibaran bendera sampai ke penyerangan oleh kelompok bersenjata," ujar Tito dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Biasaya, sambung Tito, yang dilakukan sejumlah kelompok yang melakukan penyerangan, mereka mencari aparat untuk diserang. "Kalau aparatnya sulit, ya cari sasaran yang lemah," imbuhnya.

(Baca Juga: Tekad Jokowi Semakin Membara Selesaikan Pembangunan Papua)

Dijelaskan Tito, akar masalah utama dari aksi kekerasan bersenjata oleh kelompok-kelompok di Papua yang paling utama karena masalah pembangunan dan kesejahteraan.

"Kita melihat dulu kelompk-kelompok bersenjata lebih banyak dari Papua Barat daerah Manokwari. Tapi dengan pembangunan yang berjalan sangat bagus saat ini, tidak ada lagi di daerah-daerah itu," kata Tito.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menegaskan tidak ada tempat untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua dan seluruh pelosok Tanah Air. Hal ini menanggapi peristiwa pembunuhan para pekerja jembatan di proyek Trans Papua.

“Saya tegaskan bahwa tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata seperti ini di Tanah Papua maupun seluruh pelosok Tanah Air. Dan kita juga tidak akan pernah takut!” kata Jokowi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini