nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Pembantaian 31 Pekerja Jembatan oleh OPM di Papua

Neneng Hasanah, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 21:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 06 337 1987776 fakta-fakta-pembantaian-31-pekerja-jembatan-oleh-opm-di-papua-65ulJqjiXk.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - Tragedi pembunuhan yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kepada 31 pekerja PT Istaka Karya masih menjadi perhatian pemerintah Indonesia saat ini.

Pasalnya, insiden yang terjadi pada 1-2 Desember 2018 ini telah merenggut nyawa sebanyak 19 pekerja dan 1 prajurit TNI. Saat itu, pekerja sedang membangun Jembatan Kalik Aorak dan Jembatan Kali Yigi di Nduga, Papua.

Berikut fakta terkait pasca-penembakan 31 pekerja di Papua, yang telah dirangkum Okezone, Kamis (06/12/2018):

1. Egianus Kogoya diduga sebagai ‘otak’ dibalik insiden

Aparat telah menuding KKB pimpinan Egianus Kogoya sebagai otak di balik insiden ini. Jumlah kelompok tersebut sekira 30 hingga 50 orang dengan kekuatan 20 pucuk senjata.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Terorisme, Sidney Jones mengatakan, kelompok Egianus Kogoya merupakan sempalan dari Kelly Kwalik, komandan dari sayap militer OPM. Kelly Kwalik tewas dalam penyergapan polisi pada 2009.

 papua

Ia pun meminta agar Polri dan TNI dapat menangkap Egianus Kogoya dan anak buahnya dalam keadaan hidup. Agar aparat bisa memperoleh informasi detail tentang jumlah anggota OPM yang tersisa, juga asal senjata yang didapat.

Berdasarkan catatan polisi, Egianus Kogoya telah mendalangi sejumlah kasus yang pernah terjadi di Indonesia. Di antaranya, penembakan di Bandara Kenyam, penyekapan guru SD YGRI, SMPN 1, dan tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Mapenduma, Nduga, serta penembakan di jalan Trans Papua.

2. Sumber senjata KKB

Kapolri Jendral Tito Karnavian membeberkan cara KKB memperoleh senjata api untuk melawan aparat dan menembak PT Istaka Karya. Di antaranya dengan merampas senjata dari anggota-anggota lemah. Senjata dari pelaku konflik di Ambon, Maluku. Hingga memperolehnya melalui jalur-jalur ilegal di perbatasan Papua Nugini.

 

3. Anggota Brimob ditembak

Salah satu anggota Polri dari Satuan Brimob, Serda Handoko telah gugur akibat tembakan dari KKB. Ia gugur saat pos tempatnya bertugas diserang kelompok separatis tersebut. Peristiwa itu terjadi di Pos TNI PAM Rawan/755 Yalet yang berada Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua pada Rabu, 5 Desember 2018.

Penyerangan pos terjadi karena terdapat 4 orang karyawan PT Istaka Karya yang bersembunyi di sana. Mereka berhasil melarikan diri dari Kali Yigi, Distrik Yigi, tempat pembantain pembangunan jembatan.

Jenazah Handoko pun berhasil dievakuasi dari Distrik Mbua ke Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga dan diterbangkan ke Timika, Kabupaten Mimika.

 kkb

4. Helikopter TNI ditembak KKB

Pada Rabu, 5 Desember 2018 sekira pukul 10.00 WIT, tiga unit helikopter dengan Tim Naggala berangkat dari Kabupaten Mimika menuju Puncak Kabo. Hal ini dilakukan untuk mengevakuasi jenazah Serda Handoko.

Saat tim sudah berada di lokasi, helikopter mendapat tembakan dari arah puncak. Tim Nanggala pun melakukan tembakan balasan. Hingga akhirnya peluru milik KKB mengenai baling-baling helikopter TNI jenis Bell.

5. 150 TNI-Polri dikerahkan

Pasca tragedi ini, pemerintah pun mengerahkan sekira 150 personel TNI-Polri untuk meningkatkan kemanan Papua. Selain itu, penambahan personel diharapkan mampu memulihkan situasi di lokasi kejadian dan mengawal daerah-daerah yang ternyata tidak aman.

"Masyarakat Papua butuh kenyamanan keamanan sehingga pemerintah dengan cepat mengirimkan kurang lebih 150 personel TNI-Polri untuk segera mengembalikan situasi itu," ujar Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko di istana, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

6. Jokowi mengecam

Menyikapi situasi terakhir tragedi di Papua ini, Presiden Joko Widodo mengecam Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab tersebut. Ia juga menegaskan, tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal senjata seperti ini di Tanah Papua maupun seluruh pelosok Tanah Air.

“Dan kita juga tidak akan pernah takut,” ungkap Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Jokowi juga mengatakan, tragedi ini membuat tekad Bangsa Indonesia membara untuk melanjutkan tugas besar membangun Tanah Papua. Ia pun telah menyampaikan kepada Menteri PU pembangunan jalan di Wamena-Mamugu untuk tetap diteruskan dan Trans Papua sepanjang 4.600 km harus segera diselesaikan.

 joko

7. Komnas HAM gelar aksi bakar lilin

Komnas HAM Papua bersama warga menggelar aksi bakar lilin untuk korban kekerasan di Kabupaten Nduga oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Aksi yang bertajuk 70 lilin Hari HAM dan doa untuk korban pembunuhan Kabupaten Nduga ini, diadakan di lapangan Umbi Kota Jayapura, Rabu 5 Desember 2018 malam.

8. Pembangunan Papua tetap berjalan

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, proyek Trans Papua tetap dilanjutkan pasca terjadinya tragedi ini. Lokasi tragedi tepat berada di jembatan segmen lima Trans Papua, yakni sepanjang Wamena-Habema-Kenyam-Mumugu dengan panjang jalur 278 kilometer (km). Pembangunan ini pun diyakini akan tetap berjalan karena Trans Papua tidak hanya sepanjang 278 km, tetapi mencapai 4.430 km.

9. 15 jenazah ditemukan

Insiden ini telah menewaskan 19 pekerja. Lima belas di antaranya berhasil ditemukan di Puncak Kabo, Distrik Yal, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Aparat TNI pun mengevakuasi jenazah tersebut ke Timiki, Kabupaten Mimika pada Kamis, 6 Desember 2018. Pada awalnya, jenazah akan dievakuasi ke Wamena Kabupaten Jayawijaya. Namun, dikarenakan cuaca tak mendukung, lokasi evakuasi pun berubah.

"Akibat faktor cuaca, 15 jenazah akan dievakuasi ke Timika," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal dalam keterangan tertulis, Kamis (6/12/2018).

Dengan perubahan itu, pihaknya juga telah mempersiapkan penerbangan untuk keluarga korban yang awalnya di Wamena Kabupaten Jayawijaya, untuk ke Timika.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini