nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warganya Jadi Korban Pembunuhan KKB di Papua, Ini Reaksi Gubernur Sulsel

Herman Amiruddin, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 18:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 06 609 1987760 warganya-jadi-korban-pembunuhan-kkb-di-papua-ini-reaksi-gubernur-sulsel-lsqL9sKmph.jpg Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (foto: Herman A/Okezone)

MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah turut menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya atas insiden penembakan terhadap sejumlah pekerja PT Istaka Karya (Persero) yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di lokasi proyek Trans Papua.

"Kami menyampaikan rasa duka turut berbelasungkawa. Rasa duka yang dalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Papua," kata Nurdin Abdullah usai menghadiri kegiatan acara penyerahan bantuan bus BRT dan bus sekolah kepada bupati/wali kota di Hotel Gammara, Makassar, Kamis (6/12/2018).

(Baca Juga: 12 Korban Selamat Pembantaian KKB Berhasil Dievakuasi ke Wamena) 

Nurdin Abdullah pun berharap ke depannya, agar kejadian penembakan dan pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Nduga, Papua, tidak terulang.

"Kita harus lebih berhati-hati lagi supaya korban tidak bertambah. Ya, dan kita lagi menunggu data pasti saudara-saudara kita yang meninggal dan yang luka-luka. InsyaAllah Pemerintah Provinsi Sulsel akan hadir terhadap musibah yang menimpa saudara-saudara kita," sebutnya.

Sementara terkait data korban atau yang berasal dari Sulsel, Kepala Kesbangpol Sulsel, menyampaikan, bahwa data resmi akan disampaikan oleh Panglima Kodam XVII/ Cendrawasih dan Kapolda Papua.

(Baca Juga: Orangtua Agus Yakin Anaknya Selamat dari Serangan KKB di Papua)

 

Sebelumnya diberitakan, Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat pembantaian pekerja/karyawan PT Istaka Karya dan penyerangan Pos Yonif 755/Yalet yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua, hingga kini sudah terdata berjumlah 22 orang.

22 orang tersebut terdiri dari 21 orang karyawan PT Istaka Karya yang mengerjakan jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak serta satu prajurit TNI atas nama almarhum Serda Handoko, yang tewas saat terjadi penyerangan oleh KKB ke Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini