nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Warga Kena DBD, Perindo Langsung Fogging Perumahan di Medan Tuntungan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Minggu 16 Desember 2018 16:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 16 608 1992028 4-warga-kena-dbd-perindo-langsung-fogging-perumahan-di-medan-tuntungan-wcqQkbI20y.jpg (Foto: Wahyudi A/Okezone)

MEDAN - Pengurus dan para kader Partai Perindo Sumatera Utara dan Kota Medan menggelar kegiatan pengasapan (fogging) di Komplek Perumahan Taman Alamanda Indah di Jalan Bunga Sakura, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Minggu (16/12/2018) pagi.

Para kader Perindo yang dipimpin langsung Ketua DPW Perindo Sumut, Rudi Zulham Hasibuan memulai kegiatan pengasapan dari areal sekitar masjid yang ada di kompleks perumahan tersebut. Selanjutnya satu demi satu rumah di lima blok yang ada di perumahan itu diasapi secara bergantian.

Ketua DPW Perindo Sumatera Utara, Rudi Zulham Hasibuan mengatakan, pengasapan kali ini dilakukan karena permintaan warga, sehubungan dengan telah adanya anggota mereka yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Foto: Wahyudi A/Okezone

"Kita ingin mencegah jangan sampai terjadi DBD, karena ternyata ada warga yang terkena," sebut Rudi usai kegiatan.

Rudi yang pada Pemilu Legislatif 2019 maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI untuk daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Utara I (Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi) menegaskan bahwa Perindo siap turun ke masyarakat.

"Seperti yang selalu saya sampaikan, bahwa Perindo tanpa diminta saja turun, apalagi diminta atau dibutuhkan oleh masyarakat. Sangat banyak permintaan semenjak kita terus turun. Namun saya berharap masyarakat bersabar, Partai Perindo pasti turun, tidak pernah ingkar janji," tukasnya.

(Baca juga: Warga Medan: Perindo Masuk Langsung Fogging, Caleg Lain Kemari Hanya Pasang Spanduk Saja)

Selain bersabar, lanjut Rudi, ia juga meminta masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan. Hal itu penting sebagai upaya pencegahan dari DBD.

"Masyarakat juga harus menjaga kebersihan. Karena ini tentunya akan lebih maksimal bila kita semua bersama menjaga kebersihan agar tidak terjadi malaria maupun DBD," tutupnya.

Ketua Persatuan Warga Komplek Taman Alamanda Indah, Ambar Irawan menyampaikan terima kasih kepada Perindo karena telah melakukan pengasangan di lingkungan mereka.

Foto: Wahyudi A/Okezone

"Ada empat warga yang sudah kena DBD. Dua anak kembar dan ayah mereka, serta seorang ibu yang tengah hamil. Mereka dirawat sampai 10 hari di rumah sakit. Maka itu kita minta agar dilaksanakan pengasapan," ujarnya.

Ambar menuturkan, sebelum memohon kepada Perindo, mereka sebenarnya sudah memohon kepada Kepala Lingkungan (RW) setempat, agar segera dilakukan pengasapan. Namun mereka mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan.

"Katanya butuh waktu agak lama, karena harus ada sejumlah syarat dokumen di luar dokumen kependudukan. Seperti dokumen dari dokter yang menjelaskan kadar trombosit warga yang terkena DBD. Jadi sulit," tukasnya.

"Saya lalu cerita kepada salah seorang warga, yang ternyata punya akses ke pengurus Perindo. Lalu kemarin kami surati, dan katanya akan datang beberapa hari ke depan. Ternyata hari ini sudah datang dan langsung dipimpin Ketua DPW Perindo Sumut. Kami ucapkan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Perindo," sebutnya.

Foto: Wahyudi A/Okezone

Selain Rudi Zulham, sejumlah kader Perindo lain juga ikut dalam pengasapan itu. Di antaranya Wakil Ketua Bidang Kader Anggota dan Saksi Perindo Sumut, Budianta Tarigan; Ketua DPC Partai Perindo Medan Johor, Ridcat Arison Sembiring, dan Erfan Ahmad.

Budianta menuturkan, Perindo Sumut mendorong Pemerintah Kota Medan untuk menyederhanakan proses administrasi untuk permohonan fogging. Karena selama ini proses administrasi yang diberlakukan Pemko Medan, terbilang menyulitkan warga yang sudah menderita akibat terjangkit DBD.

"Kita dorong agar segera dipermudah. Kita tidak ingin ada korban jiwa jatuh karena keterlambatan penanganan dan pencegahan penyebaran DBD. Kami sadar pemerintah tidak bisa melakukan di seluruh tempat. Kami siap membantu. Tapi pemerintah harus lebih proaktif," pungkasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini