nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mbah Isti Meninggal Diterjang Tsunami, Anak Tak Punya Firasat Apapun

Kuntadi, Jurnalis · Senin 24 Desember 2018 15:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 24 510 1995470 mbah-isti-meninggal-diterjang-tsunami-anak-tak-punya-firasat-apapun-sjCDyBHH3g.JPG Rumah keluarga asal Kulonprogo korban tsunami di Banten (Foto: Kuntadi/Okezone)

KULONPROGO - Keluarga almarhumah Isti Widiasih (73) tidak pernah menyangka jika liburan keluarganya akan berakhir petaka berujung duka. Tak ada tanda-tanda apapun dari almarhumah ketika pergi meninggalkan rumah untuk berlibur bersama anak, menantu dan cucunya ke Serang, Banten.

"Sama sekali tidak ada firasat biasa saja,” jelas anak korban, Medi Santoso di rumah duka, Senin (24/12/2018).

Menurutnya, ibu dan anaknya Ardhi Darmogo, djemput oleh anaknya yang pertama pada Selasa 18 Desember 2018 lalu. Saat ini sebenarnya hanya Ardhi yang akan diajak ke Serang. Namun sang nenek tertarik untuk ikut dan akhirnya berangkat ke sana untuk berkumpul bersama keluarga di Serang.

Kebetulan lanjut Medi, terdapat beberapa anggota keluarga korban yang bekerja di sana. Salah satunya Puji Astuti yang merupakan anak dari korban yang bekerja di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Serang. Di mana saat kejadian, pegawai kantornya sedang mengikuti acara gathering di Pantai Tanjung Lesung.

Korban Tsunami

"Puji dan Arif (suaminya) dan Ifa (anaknya) masih di rumah sakit,” terangnya.

Sedangkan dua keluarga yang lain Ardi dan Hafiz hanya mengalami luka ringan. Menantu korban, Sigit Susetyo juga tidak pernah merasakan firasat jika mertuanya akan menjadi korban tsunami. Ia sempat pamit ingin berlibur ke Serang. Keluarga pun melepas kepergiannya ke Tanah Jawara tanpa ada rasa khawatir sedikitpun.

“Telefon juga setiap hari, tidak ada firasat. Cuma mau berlibur begitu,” jelasnya.

Jenazah korban akan dimakamkan di TPU Jogobayan, Seworan, Triharjo, Wates, Kulonprogo. Saat ini jenazah sedang dalam perjalanan dari Serang via jalur darat. Para pelayat sejak pagi sudah memenuhi rumah korban untuk ikut menyampaikan belasungkawa. Sejumlah karangan bunga juga terus berdatangan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini