"Kami minta warga tetap tinggal di pengungsian sambil menunggu normalnya aktivitas Anak Krakatau," katanya.
Sangsang, warga Desa Teluk Kecamatan Labuan,Pandeglang mengatakan dirinya hingga kini masih tinggal di pengungsian yang lokasinya menempati mushala Kantor Kecamatan Labuan.
Ia bersama ratusan warga lainnya tidak berani kembali ke rumah, karena belum ada kepastian pengumuman maupun perintah dari pemerintah maupun koordinator tanggap darurat derah untuk kembali ke rumah.
Selain itu, penyebab tsunami dari Anak Krakatau masih mengeluarkan erupsi letusan, hembusan hingga tremor.
"Kami berani kembali ke rumah setelah adanya jaminan keamanan dari instansi terkait atau pemerintah daerah," ujarnya.