nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNPB Beberkan Kronologi Terjadinya Longsor Sukabumi

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 15:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 02 525 1999016 bnpb-beberkan-kronologi-terjadinya-longsor-sukabumi-lcKulvL0a1.jpg Konferensi pers soal Longsor Sukabumi (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan kronologi terjadinya longsor yang menimpa satu kampung di Kampung Cimapag Sigaherang, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, diawali oleh hujan deras, sebelum terjadinya longsor pada 31 Desember 2018. Hujan tersebut kemungkinan menyebabkan retakan-retakan di puncak bukit.

 Baca juga: Polisi: Korban Tewas Longsor Sukabumi 13 Orang, 21 Belum Ditemukan

"Apalagi daerah sini sebagian besar penggunaan lahan adalah sawah, otomatis terjadi volume aliran permukaan banyak yang kemudian tanggal 31 Desember 2018 pukul 17.30 WIB tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Longsor dari mahkota, longsor menerjang menuruni perbukitan," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (1/1/2019).

 data longsor sukabumi (Muhamad Rizky/Okezone)

Karena posisi mahkota longsor tinggi lanjutnya akibatnya longsoran tersebut melompat dan menambah lebar sehingga menghantam permukiman yang ada di bawahnya yakni Kampung Cimapag.

 Baca juga: Tim SAR Temukan Lagi 3 Jenazah Korban Longsor di Sukabumi

"Hasil analisis satelit menunjukkan total panjang dari mahkota longsor ada sekitar 800 meter hingga 1 km. Daerah landaan di sini sekitar 8 hektare. Tebal longsor bervariasi, ada yang ketebalannya sampai 10 meter," ungkapnya.

Selain akibat hujan deras tambah Sutopo, longsor juga terjadi karena kemiringan lereng yang bisa dikatakan terjal karena lebih dari 30 persen.

 Baca juga: Ini Kendala Evakuasi dan Pencarian 20 Korban Longsor di Sukabumi

"Kemudian materi yang penyusunnya adalah tanah yang bersifat porus, mudah sekali menyerap air dan dari jenis yang ada di sana sifat tanahnya gembur, remah sehingga mudah sekali terjadi longsor dan tipe longsoran yang ada di sini adalah longsoran bahan rembapan," sambungnya.

Selain itu puncak perbukitan yang seharusnya ditanami pepohonan yang tahunan untuk menahan longsor justru sebaliknya.

"Di daerah puncak perbukitan tanamannya adalah tanaman tahunan, tetapi jarang bukan pohon dan sebagian tanaman semusim. Sementara di bagian tengah sampai bagian bawah adalah sawah," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini