Namun, lanjut mantan Kepala Badan Geologi ESDM itu, terkait dengan bencana tsunami di Selat Sunda, sejak awal ia meyakini hal itu bukan karena letusan Gunung Anak Krakatau.
"Begitu banyak orang (menyebut) ini letusan (Anak Krakatau). Ini bukan, ini longsoran, karena apa kalau Anak Krakatau letusannya menimbulkan tsunami ini letusannya Jakarta pasti dengar," ujarnya.
(Baca Juga: Usai Tanggap Darurat, 1.800 Rumah Korban Tsunami Banten Akan Direlokasi)
Di samping itu, ia juga mengimbau agar alat di Gunung Anak Krakatau tidak boleh mati, karena bisa berakibat fatal terhadap wilayah yang memang dekat dengan Lampung dan Banten yang menjadi pusat wisata dan industri.
"Nah, untuk Anak Krakatau jangan pernah alat di Anak Krakatau itu mati walaupun sering mati karena kejatuhan letusan ganti lagi, kenapa enggak boleh mati, dua pulau Sumatera Selatan dan Banten itu tempat wisata strategis terus bergeser sedikit Cilegon itu industri ini wilayah vital enggak boleh lengah (mantau) Anak Krakatau," tukasnya.
(Arief Setyadi )