nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Video WNI yang Disandera Abu Sayyaf Beredar di Media Sosial

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 05 Januari 2019 14:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 05 18 2000347 video-wni-yang-disandera-abu-sayyaf-beredar-di-media-sosial-Qfn1kL4wCS.jpg Foto: Screengrab.

KOTA KINABALU – Sebuah video yang memperlihatkan seorang warga negara Indonesia yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf dari perairan di lepas pantai Pulau Gaya pada 11 September telah beredar di media sosial. Pria yang diidentifikasi oleh Samsul Sangunim itu terlihat sedang berada di dalam lubang yang baru saja digali. Dia menangis dan meminta bantuan untuk diselamatkan.

Diwartakan The Star, Sabtu (5/1/2019) mengutip sumber-sumber yang berbasis di Filipina, video itu dikirim oleh penculiknya, kelompok Abu Sayyaf ke pemilik kapal penangkap ikan sebagai upaya dari kelompok teroris itu untuk meminta uang tebusan untuk pembebasan Samsul.

BACA JUGA: 2 WNI Diculik, Kemlu Imbau Nelayan Indonesia Tak Melaut di Perairan Sabah

Samsul diculik bersama dengan kru kapal lainnya, Usman Yunus di perairan Pulau Gaya, Semporna pada September. Usman berhasil melarikan diri dari para penculiknya pada 5 Desember lalu dan telah berkumpul bersama keluarganya di Indonesia.

Samsul ditahan bersama dengan tiga korban penculikan lainnya – seorang warga Malaysia dan dua warga Indonesia - yang ditangkap oleh orang-orang bersenjata dari kapal penangkap ikan di perairan lepasatangan dekat dengan rangkaian pulau Tawi Tawi di Filipina.

BACA JUGA: Warga Polewali yang Disandera di Filipina Selatan Akhirnya Bertemu Keluarga

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI), Lalu Muhammad Iqbal mengatakan bahwa taktik penyebaran video sandera telah beberapa kali dilakukan oleh Abu Sayyaf sejak pertama kali terjadi penyanderaan WNI pada 2016.

Iqbal memastikan bahwa Pemerintah Indonesia melakukan upaya-upaya pembebasan terhadap tiga WNI yang saat ini masih disandera di Filipina Selatan dengan menggunakan seluruh aset yang dibutuhkan di Indonesia maupun di Filipina. Dalam proses tersebut, keselamatan sandera selalu menjadi perhatian utama.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini