nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Apresiasi Dukungan Filipina dalam Pembebasan Nelayan WNI dari Abu Sayyaf

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 16 Januari 2019 13:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 16 18 2005193 indonesia-apresiasi-dukungan-filipina-dalam-pembebasan-nelayan-wni-dari-abu-sayyaf-UwHT2sZhMQ.jpg Direktur PWNI BHI, Muhammad Iqbal. (Foto: Sindonews)

JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI mengapresiasi dukungan yang diberikan Filipina dalam upaya pembebasan sandera warga negara Indonesia (WNI) dari kelompok militan Abu Sayyaf dan meminta kontribusi dari Malaysia dalam upaya tersebut.

"Pemerintah Filipina memberikan dukungan dalam upaya pembebasan sandera," kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal setelah mengklarifikasi pembebasan nelayan Indonesia, Samsul Saguni dari Abu Sayyaf, Rabu (16/1/2019).

BACA JUGA: Nelayan Indonesia yang Disandera Abu Sayyaf Tahun Lalu Dibebaskan di Filipina

Melalui pesan singkat kepada wartawan, Iqbal mengatakan bahwa dia berharap Pemerintah Malaysia juga memberikan kontribusinya dalam upaya pembebasan sandera Indonesia, mengingat mereka diculik di wilayah perairan Malaysia.

"Para sandera diculik di wilayah Malaysia, tapi dalam proses pembebasannya tidak ada kontribusi pemerintah Malaysia sama sekali."

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, dua nelayan WNI, Samsul Saguni dan Usman Yunus diculik kelompok Abu Sayyaf di wilayah perairan Pulau Gaya, Semporna, Sabah, Malaysia pada 11 September 2018. Usman berhasil melarikan diri pada Desember lalu dan saat ini telah berkumpul dengan keluarganya, sementara Samsul berhasil dibebaskan pada Selasa, 15 Januari 2019 dan masih menunggu kepulangannya ke Indonesia dari Filipina.

Iqbal menegaskan bahwa tidak ada uang tebusan yang dibayarkan kepada kelompok Abu Sayyaf untuk membebaskan Samsul.

BACA JUGA: 2 WNI Diculik, Kemlu Imbau Nelayan Indonesia Tak Melaut di Perairan Sabah

Meski kedua sandera telah berhasil dibebaskan, Iqbal mengatakan bahwa imbauan bagi nelayan WNI untuk tidak melaut di wilayah perairan Sabah untuk sementara waktu, yang disampaikan menyusul penculikan kedua nelayan itu tahun lalu, masih tetap berlaku.

Sejak 2016, sebanyak 36 WNI disandera di Filipina Selatan dengan 34 di antaranya sudah berhasil dibebaskan. Pemerintah Indonesia masih mengupayakan pembebasan dua WNI lainnya yang masih disandera.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini