nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dilaporkan Hilang, Nenek Ratmikem Ditemukan Tewas di Dasar Jurang

Bramantyo, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 21:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 07 512 2001184 dilaporkan-hilang-nenek-ratmikem-ditemukan-tewas-di-dasar-jurang-UKeF0tg6Et.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

BOYOLALI - Penemuan sosok mayat berjenis kelamin perempuan menggemparkan warga Dukuh Randurejo, Desa Kragilan, Boyolali.

Wahono warga setempat mengatakan, mayat perempuan itu pertama kali ditemukan oleh para pemburu burung yang membawa senapan angin.

"Pertama yang menemukan pemburu burung. Sambil tergopoh-gopoh, pemburu itu bilang ke saya kalau dirinya melihat ada sesosok mayat di dasar jurang sungai diantara semak – semak pohon bambu," papar Joko pada wartawan, Senin (7/1/2019).

 (Baca juga: Jasad Pria Nyaris Bugil Mengapung di Laut)

Wahono yang mengaku tinggal tak jauh dari lokasi dimana mayat itu ditemukan, langsung mendatangi lokasi bersama warga. Kondisi mayat itu, ungkap Wahono, sudah membusuk.

 mayat

Ia pun langsung melaporkan ke polisi. Tak lama kemudian, anggota polisi dari Polres Boyolali dan Polsek Mojosongo pun tiba di lokasi kejadian perkara. Setelah melakukan olah tempat kejadian, polisi pun langsung membawa mayat tersebut untuk dilakukan visum.

Kasatreskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto mengatakan, mayat perempuan itu diketahui bernama Ratminkem. Pasalnya, sebelum ditemukan mayat, ungkap Willy, ada warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Dilihat dari ciri-cirinya, mayat tersebut diperkirakan berusia 80 tahun.

"Kondisi wajahnya sudah sulit dikenali. ini adalah sesorang nenek bernama Ratmikem (80) warga Desa Butuh, yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh anggota keluarganya. Dalam laporan kehilangan, sang nenek kesehariannya pergi ke sawah dengan melewati tebing sungai ini karena satu jalur dengan rumah tinggalnya. Namun sejak seminggu lalu belum pulang," kata Willy.

 (Baca juga: Pencari Kerang Ditemukan Tewas Tersangkut Jaring Nelayan di Serang)

ss

Dugaan sementara, korban meninggal karena jatuh terpeleset saat berjalan menyusuri tebing sungai yang curam hingga terbawa arus.

"Kemungkinan terpeleset karena licin. Apalagi beberapa hari ini hujan turun yang menyebabkan air sungai penuh.Tadi ada pihak keluarga datang melihat, namun karena kondisi wajah mayat sudah rusak serta pakaian yang dikenakan berupa kain jarit dan kebaya juga sangat kotor bercampur lumpur sungai, maka masih kesulitan mengidentifikasi," tuturnya.

"Saat ini kami bawa RSUD Pandanarang dulu agar dibersihkan, siapa tahu nanti keluarganya bisa mengenali," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini