JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih masuk dalam kategori partai nol koma (parnoko) berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Pasalnya, partai tersebut kerap memainkan isu kontroversial yang justru berdampak negatif pada citranya.
"Kita lihat isu yang timbulkan kontroversi ternyata efeknya relatif negatif terhadap si pengusung hal tersebut. Seperti PSI, idenya banyak tapi relatif kontroversi di masyarakat," kata Peneliti LSI Denny JA Adrian Sopa di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019).
Ia mengambil contoh penyebab elektabilitas PSI tak kunjung masuk ke 1% karena penggunaan isu kontroversial dan sensasional seperti penolakan terhadap Perda Agama dan pemberian Kebohongan Award. Menurut Adrian, masyarakat tidak terlalu suka dengan sesuatu yang kontroversi.
"Masyarakat lebih suka dengan isu membangun kemudian yang mempersatukan," ucapnya.
(Baca Juga: LSI Denny JA: Perindo Partai Baru Paling Menonjol, yang Lain Masih Parnoko)

Berdasarkan hasil survei terbaru LSI Denny JA, pada Agustus 2018 PSI meraih angka 0,2%, September 0,2%, Oktober 0,2%, November 0,9% dan Desember 0,1%.