Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PSI Masih Parnoko karena Kerap Mainkan Isu Kontroversial

Fahreza Rizky , Jurnalis-Selasa, 08 Januari 2019 |16:44 WIB
PSI Masih Parnoko karena Kerap Mainkan Isu Kontroversial
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih masuk dalam kategori partai nol koma (parnoko) berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Pasalnya, partai tersebut kerap memainkan isu kontroversial yang justru berdampak negatif pada citranya. 

"Kita lihat isu yang timbulkan kontroversi ternyata efeknya relatif negatif terhadap si pengusung hal tersebut. Seperti PSI, idenya banyak tapi relatif kontroversi di masyarakat," kata Peneliti LSI Denny JA Adrian Sopa di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019).

Ia mengambil contoh penyebab elektabilitas PSI tak kunjung masuk ke 1% karena penggunaan isu kontroversial dan sensasional seperti penolakan terhadap Perda Agama dan pemberian Kebohongan Award. Menurut Adrian, masyarakat tidak terlalu suka dengan sesuatu yang kontroversi.

"Masyarakat lebih suka dengan isu membangun kemudian yang mempersatukan," ucapnya.

(Baca Juga: LSI Denny JA: Perindo Partai Baru Paling Menonjol, yang Lain Masih Parnoko)

LSI Denny JA

Berdasarkan hasil survei terbaru LSI Denny JA, pada Agustus 2018 PSI meraih angka 0,2%, September 0,2%, Oktober 0,2%, November 0,9% dan Desember 0,1%.

Dari empat partai pendatang baru, hanya Perindo yang mampu meraih angka 1 hingga 3% meskipun masih bergerak naik-turun. Sedangkan 3 partai lainnya seperti PSI, Berkarya dan Garuda selalu di bawah 1%.

Kendati demikian, Adrian melihat parpol baru seperti PSI dan Berkarya diasosiasikan sebagai parpol penyemai gagasan. Berkarya dinilai kerap mempromosikan keunggulan Orde Baru. Sementara PSI mempromosikan kultur modern barat soal agama dan wanita di ruang publik.

Survei LSI Denny JA kali ini merupakan rangkuman dari lima survei terakhir sejak Agustus hingga Desember 2018. (Baca Juga: 5 Besar Parpol Pemilu 2019 Versi LSI Denny JA)

Survei menggunakan 1.200 responden dan diadakan di 34 provinsi di Indonesia. Adapun metode survei kali ini yakni multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,9%.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement