nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPU: 31 Pemilih Jadi Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda

Rasyid Ridho , Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 22:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 09 340 2002261 kpu-31-pemilih-jadi-korban-meninggal-tsunami-selat-sunda-Rj9oEPYUal.jpg Foto udara pesisir pantai Ujung Kulon yang terdampak tsunami Selat Sunda. Foto: Okezone/Susi Air

SERANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten mencatat sebanyak 31 warga yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 meninggal dunia pascabencana tsunami Selat Sunda.

Berdasarkan data yang diterima dari KPU Banten, warga yang meninggal berasal dari Kecamatan Cigeulis sebanyak 6 orang, Kecamatan Panimbang 21 orang, Kecamatan Sobang 2 orang dan dari Kecamatan Pulosari 2 orang.

“Itu baru data sementara, kita belum dapat lagi update selanjutnya. Sampai sekarang kita terus lakukan update data DPT yang meninggal ada berapa saja, termasuk yang di Kabupaten Serang,” kata Ketua KPU Banten Wahyul Furqon usai menghadiri diskusi Jaringan Demokrasi Indonesia (Jadi), Rabu (9/1/2019).

Foto: Okezone/KoranSindo/Eko Purwanto 

Selain pendataan jumlah DPT yang meninggal dunia, KPU juga akan merencanakan pemindahan lokasi TPS baru. Sebab, banyak masyarakat yang akan menempati lokasi baru di Hunian Sementara (huntara).

Baca: Alami 37 Gempa Hembusan, Gunung Anak Krakatau Masih Siaga

Baca: Pasca Tsunami, Pandeglang Masuk Transisi dan Lampung Selatan Perpanjang Masa Tanggap Darurat

“Kita terus mengupdate data-data itu, termasuk TPSnya juga. Supaya kita lebih mudah melakukan pemetaan TPS apabila ada rencana relokasi dari pemerintah. Pengaruhnya kan nanti ke partisipasi pemilih juga,” ujarnya.

Foto/Okezone 

Dia mengkhawatirkan dengan kurangntya koordinasi antar pemerintah daerah partisipasi pemilih di wilayah terdampak bencana akan mengalami penurunan drastis.

“Kami masih menunggu informasinya seperti apa. Yang parah itu kan di Sumur. Ada beberapa desa berdasarkan informasi yang kita terima lokasi TPSnya juga ikut hilang. Makanya, kalau relokasi dilakukan dekat menjelang pemilu, ini pasti akan repot,” tandasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini