Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ribuan Warga di Jembrana Bali Krisis Air Bersih Pasca-Banjir Bandang

Agregasi Balipost.com , Jurnalis-Kamis, 10 Januari 2019 |12:06 WIB
Ribuan Warga di Jembrana Bali Krisis Air Bersih Pasca-Banjir Bandang
Ilustrasi banjir bandang di Solok, Sumatera Barat (Rus Akbar/Okezone)
A
A
A

NEGARA – Pascabanjir bandang di Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, ribuan jiwa dari ratusan kepala keluarga (KK) di empat banjar (wilayah adat) di desa ini mengalami krisis air bersih. Kondisi ini membuat warga harus mandi ke sungai atau ke pancuran bahkan ada yang sampai menampung air hujan untuk memasak.

Dari pengamatan di Banjar Pangkung Kwa, Desa Penyaringan, Rabu 9 Januari kemarin, warga harus mengambil air dengan jerigen ke pancuran di Pura Taman Pangkung Kwa. Demikian juga menurut warga, mereka mengambil air cukup jauh ke kran PDAM yang dibuka di perempatan.

“Ada bantuan dari Pemkab namun cuma dua kali datang. Bahkan kami sampai menaruh drum dan tempat air di depan rumah agar bisa diisi jika ada mobil tangki air bantuan lewat,” kata seorang warga Pangkung Kwa seperti dilansir Balipost, Kamis (10/1/2019).

Ketut Murni, warga Pangkung Kwa lainnya mengatakan di banjarnya semua warga mengalami krisis air. Bahkan di banjar lain juga krisis air. Ini sudah lama terjadi. “Kami kadang mengambil air ke kran PDAM yang cukup jauh. Biasanya antre pagi atau sore,” jelasnya.

Ngurah Suama yang mengambil air di pancuran Pura Taman mengatakan meski cukup jauh mengambil air itu terpaksa daripada tidak ada air. “Kami semua tergantung PDAM. Jadi pasca banjir bandang semua pada kekurangan air,” jelasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement