Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ribuan Warga di Jembrana Bali Krisis Air Bersih Pasca-Banjir Bandang

Agregasi Balipost.com , Jurnalis-Kamis, 10 Januari 2019 |12:06 WIB
Ribuan Warga di Jembrana Bali Krisis Air Bersih Pasca-Banjir Bandang
Ilustrasi banjir bandang di Solok, Sumatera Barat (Rus Akbar/Okezone)
A
A
A

Perbekel Penyaringan Made Destra dikonfirmasi membenarkan ada empat banjar di desanya yang terdampak krisis air bersih. Diantaranya Tibubeleng Kaler, Tibubeleng Tengah, Pangkung Kwa dan Tibubeleng Kelod. “Untuk Tibubeleng Kelod memang hanya setengahnya 25 persen,” katanya.

Dari empat KK itu ada 600 KK atau ribuan jiwa. Warganya katanya sejak krisis air bersih banyak yang mandi ke sungai bahkan sampai menampung air hujan untuk masak. “Ya memang warga kami memaklumi kondisi ini. Dan tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena alam. Kami juga sempat meminta bantuan ke Pemkab dan baru ada yang dapat 2 kali dan ada yang satu kali,” jelas Destra.

Ia berharap PDAM mempercepat pemulihan saluran air PDAM sehingga kondisi cepat normal kembali. “Mungkin tenaganya bisa ditambah sehingga perbaikan saluran bisa segera selesai dan kondisi bisa normal kembali. Kasihan warga kami,” harapnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Amertha Jati Jembrana Ida Bagus Kerta Negara dikonfirmasi mengakui ada tujuh titik jaringan PDAM yang rusak dan terkena longsor karena banjir bandang. Jaringan yang longsor ada 3, sambungan di 3 jembatan dan di tempat proses pengangkatan air/pompa satu titik. “Sejak ada kerusakan kami sudah langsung bekerja. Bahkan yang sudah selesai di 6 titik dan tinggal lagi 1 titik. Kami harap tanggal 15 Januari sudah kelar semua,” harapnya.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement