nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imigrasi Jambi Belum Tahu Pencekalan Tersangka Suap Ketok Palu DPRD

Azhari Sultan, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 14:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 11 340 2003109 imigrasi-jambi-belum-tahu-pencekalan-tersangka-suap-ketok-palu-dprd-NbDFcUzlc3.jpg Larangan Terbang (Shutterstock)

JAMBI – Pihak Imigrasi Kelas I TPI, Jambi belum mendapatkan informasi adanya pencekalan terhadap tersangka korupsi suap ketok palu DPRD setempat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menetapkan tersangka 12 anggota dan pimpinan DPRD Provinsi Jambi dan 1 orang pengusaha akhir tahun lalu.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI, Jambi Heru Santoso. Dirinya mengatakan, seharusnya pihak yang berwenang memberikan pencekalan terhadap seseorang yang melakukan tindak pidana adalah penyidik.

loading...

 Baca juga: SK Pemberhentian Zumi Zola Tinggal Menunggu Presiden Jokowi

"Sesuai undang-undang penyidik di sini bisa dari Kepolisian, Kejagung termasuk KPK. Nantinya, akan diteruskan ke Dirjen Imigrasi yang selanjutnya diteruskan ke data base imigrasi di seluruh Indonesia," ujarnya, Jambi, Jumat (11/1/2019).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI, Jambi Heru Santoso (Azhari Sultan/Okezone) 

Dirinya menjelaskan, laporan tersebut agar tersangka yang mencoba lari ke luar negeri akan dapat terdeteksi. "Pasti akan ketahuan, karena data base pencekalannya sudah ada di Dirjen Imigrasi," ujar Heru.

Akan tetapi, dirinya mengakui, hingga saat ini masih belum mengetahui 13 orang tersangka yang diumumkan pihak KPK ada yang melarikan diri atau tidak. Hal ini lantaran, bandara di Jambi bukan bandara internasional.

 Baca juga: Kemendagri Didesak Keluarkan SK Pemberhentian Zumi Zola

"Kan di Jambi, bandara penerbangannya tidak bandara internasional. Karena, bandara internasional sudah ada imigrasi di sana. Sedangkan bandara Jambi tidak ada imigrasinya," imbuh Heru.

Ditegaskannya, untuk itu pihak imigrasi Jambi tidak bisa membuka data base tersebut. Kecuali, orang yang bersangkutan mau berangkat ke luar negeri dan melalui titik imigrasi.

"Nah baru di situ akan ketahuan, karena akan muncul namanya para tersangka yang dicekal oleh penyidik untuk dilarang bepergian ke luar negeri," tukas Heru.

 Baca juga: Jadi Tersangka Suap, Ketua DPRD Jambi: Kita Hormati Proses Hukum

Meski mereka memiliki paspor, ujarnya, pihaknya tidak mengetahui keberadaan para tersangka, apa masih di dalam negeri atau sudah ke luar negeri.

"Jadi kami masih belum tahu keberadaan para tersangka. Tanya saja kepada penyidik KPK," tandas Heru.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini