Bertarung di Dapil "Neraka", Henry Indraguna Ajak Kader Perindo Kerja Keras

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 20:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 11 606 2003333 bertarung-di-dapil-neraka-henry-indraguna-ajak-kader-perindo-kerja-keras-feYERnXunK.jpg Foto: Okezone

SOLO - Bertarung di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V, yang dikenal dengan sebutan dapil neraka karena berisi banyak tokoh dan juga incummbent, calon anggota legislatif (caleg) Partai Perindo KRAT Henry Indraguna terus menggelar roadshow hingga pelosok daerah.

Sebelum 'masuk Senayan' dirinya mengajak seluruh pengurus, kader, dan caleg Perindo agar bekerja keras. Dirinya sebisa mungkin turun langsung menyapa masyarakat dan berjabat tangan langsung dengan mereka.

Sosok dirinya, lanjut Henry, hadir langsung di tengah masyarakat. Bukan diwakili oleh banner atau baliho saja untuk memperkenalkan diri. Namun dengan terjun langsung ke masyarakat, meperkenalkan diri dan bersosialisasi kepada warga.

"Target saya, minimal saya harus menyapa dan berjabat tangan 33 ribu orang sebelum saya ke Senayan (kantor DPR RI). Hal itu sudah saya lakukan sejak beberapa bulan terakhir ini," jelas Henry, Jumat (11/1/2019).

 (Baca juga: Survei Alvara: Elektabilitas PDIP Tertinggi, PSI Paling Buncit)

Bagaimana caranya, lanjut Henry dengan menggelar acara blusukan ke berbagai desa terpencil yang tidak disentuh caleg lain. Sembari bertemu masyarakat, Henry juga mengajak mereka menolak politik uang (amplop).

"Mari kampanyekan tolak politik amplop. Pilihlah dengan menggunakan hati nurani. Pilihlah caleg sing pinter (yang cerdas), mau melayani, dan siap bekerja nyata untuk rakyat,” tuturnya.

Selain itu sebagai orang yang dibesarkan di Jawa, Henry juga menyesuaikan budaya Jawa yang berkembang di Solo dan sekitarnya. Dengan menjalin silaturahmi, 'kula nuwun' (ijin) dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di kawasan Solo, Klaten, Sukoharjo dan Boyolali.

 (Baca juga: Caleg Perindo Adakan Istigosah Doakan Kemenangan Partai dan Keamanan Indonesia)

Salah satu diantaranya bersilaturahmi, salah satunya dengan kerabat Kraton Solo GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng), dan Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Dr Eddy Wirabhumi dari Kraton Kasunanan Surakarta.

"Saya kulonuwun (permisi) kepada para tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang ada di Solo Raya ini. Saya juga wong Solo, paham dengan tradisi adat dan tatakrama untuk menghormati tokoh adat juga tokoh agama," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini