nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Universitas Mesir Pecat Mahasiswi yang Terekam Peluk Teman Prianya

Indi Safitri , Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 10:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 14 18 2004052 universitas-mesir-pecat-mahasiswi-yang-terekam-peluk-teman-prianya-yapCQo2gL4.jpg Universitas AL Azhar, Mesir. (Foto: Reuters)

KAIRO – Universitas Al-Azhar Mesir pada Minggu, 13 Januari, mengeluarkan seorang mahasiswinya setelah dia terlihat memeluk seorang rekan prianya dalam sebuah video. Mahasiswi itu dikeluarkan karena dianggap telah reputasi kampus tersebut.

Diwartakan AFP pada Minggu (13/1/19), video yang menjadi viral pada awal bulan ini menunjukkan seorang pria muda membawa karangan bunga berlutut di depan seorang wanita muda, kemudian memeluknya dalam rangkaian yang tampak seperti sebuah lamaran pernikahan.

loading...

Video itu tampaknya tidak direkam di Al-Azhar, cabang otoritas Muslim Sunni tertinggi Mesir, tetapi di Universitas Mansoura di utara negara itu.

Meski demikian, Juru Bicara universitas, Ahmed Zarie mengatakan bahwa dewan kedisiplinan kampus Universitas Al-Azhar di Mansoura pada Sabtu telah “memutuskan untuk mengeluarkan gadis itu secara definitif”.

Dia mengatakan video itu telah menyebabkan "kemarahan publik" dan bahwa keputusan universitas untuk mengeluarkan mahasiswi itu dikarenakan dia telah mennunjukkan "citra buruk" Universitas Al-Azhar, yang secara ketat memisahkan antara pria dan wanita.

Dia juga mengatakan pelukan antara pria dan wanita yang belum menikah melanggar nilai-nilai dan prinsip-prinsip masyarakat. Zarie menambahkan bahwa mahasiswi itu masih dapat mengajukan banding atas keputusan universitas.

Juru bicara Universitas Mansoura mengatakan, pria muda yang muncul dalam video juga bisa mendapatkan sanksi.

Dewan Kedisiplinan Sekolah akan mengadakan pertemuan pada Senin untuk memutuskan "hukumannya".

Mesir, sebuah negara yang mayoritas penduduknya Muslim, merupakan masyarakat yang sebagian besar konservatif.

Tahun lalu, jaksa menahan seorang penyanyi wanita selama empat hari karena atas tuduhan memberikan “hasutan untuk melakukan kegiatan seksual” menyusul munculnya sebuah video klip yang menampilkan tarian oriental sensual dan gerakan sugestif yang viral di jejaring internet.

Sementara pada 2017 penyanyi pop wanita lain dijatuhi hukuman dua tahun penjara atas tuduhan yang sama, juga atas video yang dianggap provokatif walaupun pada akhirnya hukumannya dikurangi menjadi satu tahun.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini