Beberapa petugas PPS Tasikoki mulanya berusaha mengikat mulut buaya, namun buaya itu memberontak dan mencoba memberi perlawanan. Warga yang berkerumun di lokasi ikut tegang menyaksikan petugas yang berjibaku dengan hewan predator ganas itu.
Evakuasi yang berlangsung sekitar tiga jam dengan turut dibantu oleh anggota TNI dan Kepolisian itu akhirnya membuahkan hasil. Buaya pun berhasil dievakuasi dari kolam kandangnya. Butuh puluhan orang untuk mengangkat buaya itu, bahkan kandangnya yang terbuat dari pagar beton terpaksa harus dijebol, agar buaya itu bisa diangkut ke mobil.
"Tidak sembarang melakukan evakuasi, kita harus berhati-hati dan paham betul bagaimana seharusnya mempelakukan satwa liar," ujar petugas PPS Tasikoki, Noldy.
Buaya itu selanjutnya akan dibawa ke lokasi konservasi yang menjadi mitra BKSDA Sulut. "Buaya ini dievakuasi karena jangan sampai membahayakan lagi bagi orang lain," ucap Sekretaris BKSDA Sulut, Hendrik Rundengan.
(Rizka Diputra)