nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diperintah Suami dari Lapas, IRT Ini Nekat Jadi Kurir Sabu

Aini Lestari, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 21:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 14 340 2004400 diperintah-suami-dari-lapas-irt-ini-nekat-jadi-kurir-sabu-YbVxGD4m6O.jpg Foto: Okezone

BATAM - Direktorat Polairud Polda Kepulauan Riau menangkap SW dan EI karena membawa sabu seberat 1 kilogram, pada Jumat 11 Januari 2019. SW diketahui diperintahkan oleh Heri, suaminya yang berada di Lapas Barelang.

Direktur Polairud Polda Kepri, Kombes Benyamin Sapta yang didampingi oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes S. Erlangga dan Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes K. Yani Sudarto mengatakan, penangkapan kedua tersangka bermula saat kapal patroli 2001 dan 2004 melakukan patroli rutin di Perairan Pesisir Telaga Tujuh, Kabupaten Tanjung Balai Karimun. Saat itu, tim mendapatkan informasi yang menyebutkan bahwa akan ada transaksi narkotika di sekitar lokasi tersebut.

"Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi yang disebutkan, maka didapati tersangka SW dan Ei sekitar pukul 20.45 wib," kata Benyamin.

 (Baca juga: Hantam Polisi Pakai Kunci Roda, Bandar Sabu 5 Kg Ditembak Mati)

sa

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan satu bungkusan kantong plastik hitam yang di dalamnya terdapat sabu bungkus kemasan teh Cina. Setelah diperiksa, bungkusan kemasan teh Cina tersebut berisi serbuk kristal berwarna putih yang merupakan narkotika jenis sabu seberat 1 kg.

"Selanjutnya tersangka dan barang bukti kami serahkan ke Ditresnarkoba untuk proses penyidikan lebih lanjut," kata Benyamin.

 (Baca juga: Bandar Sabu Tewas Ditembak Polisi saat Rebutan Senpi di Atas Mobil)

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes K. Yani Sudarto mengatakan, dari hasil pemeriksaan diketahui, SW mendapat telepon dari suaminya, Heri yang berada di Lapas Barelang. Kepada SW, Heri meminta agar mengambil sabu yang diletakkan di bawah sampan yang berada di perairan Telaga Tujuh Pesisir, Tanjung Balai Karimun.

"SW tidak tahu siapa yang menjadi kurir atau yang meletakkan sabu tersebut di sana. Dan setelah itu, SW akan menerima telepon lagi dari suaminya untuk arahan selanjutnya. Namun, sebelum suaminya kembali menelpon, SW dan EI sudah diamankan," kata Yani.

 sa

Terhadap SW yang berprofesi sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) dan EI yang bekerja sebagai salon keliling dikenakan Pasal 114 Ayat (2) dan 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

"Ancamannya maksimal penjara seumur hidup," kata Yani.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini