nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petugas Bandara Jambi Temukan Paket Mencurigakan, Ternyata Isinya 4 Ekor Buaya

Azhari Sultan, Jurnalis · Sabtu 19 Januari 2019 20:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 19 340 2006731 petugas-bandara-jambi-temukan-paket-mencurigakan-ternyata-isinya-4-ekor-buaya-DDEhiNuN71.jpg Paket mencurigakan yang ternyata berisi anak buaya. (Foto: Azhari Sultan/Okezone)

JAMBI - Petugas Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Provinsi Jambi dan Avian Security (Avsec) Cargo Bandara Sultan Thaha Jambi menggagalkan upaya pengiriman 4 ekor anak buaya muara (crocodylus porosus) yang tidak dilengkapi dokumen kesehatan. Selain itu, pengiriman tersebut juga tidak dilaporkan kepada petugas.

Humas BKIPM Provinsi Jambi, Sukarni menjelaskan, anak buaya air asin dikemas dalam sebuah kotak kardus dan dikirimkan dengan menggunakan jasa pengiriman ekspedisi TIKI Cabang Utama Jambi.

Foto: Azhari S/Okezone

"Paket dikemas dalam bentuk kain batik. Sedangkan untuk identitas pengirim, nama, alamat dan nomor kontak tidak jelas dan barang kemasan tersebut akan dikirimkan ke Sulawesi Selatan (Makasar) melalui Cargo Bandara Sultan Thaha Jambi," kata Sukarni, Sabtu (19/1/2019).

(Baca juga: Evakuasi Buaya Pemangsa Wanita di Minahasa Berlangsung Menegangkan)

Rencananya ana buaya tersebut akan dikirim melalui kargo pada Rabu (16/1) menggunakan pesawat. Namun, saat pemeriksaan melalui X-ray oleh petugas Avsec Cargo Bandara Sultan Thaha Jambi, ditemukan 1 buah kemasan yang isi barangnya terlihat menyerupai reptil dan bergerak.

Petugas Avsec dan petugas BKIPM membuka paket tersebut dan mendapati 4 ekor anak buaya muara dengan berat rata-tara 146 gram dan panjang 45 cm.

Foto: Azhari S/Okezone

Barang kemasan tersebut telah diamankan, dilengkapi berita acara penahanan di BKIPM Jambi.

"Terhadap barang bukti tersebut nantinya akan diserahterimakan kepada pihak BKSDA Jambi, yang selanjutnya akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya," imbuhnya.

Patut diduga, pengiriman tersebut telah melanggar UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Pasal 31 Ayat (1) juncto Pasal 6 huruf (a) dan (c) juncto Pasal (1) angka (10).

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini