Abu Bakar Ba'asyir Batal Bebas, Ponpes Ngruki: Ingat Usia Beliau Sudah Sepuh

Bramantyo, Okezone · Rabu 23 Januari 2019 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 23 512 2008263 abu-bakar-ba-asyir-batal-bebas-ponpes-ngruki-ingat-usia-beliau-sudah-sepuh-ELmh3owTa9.jpg Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Persiapkan Penyambutan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir (foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Putra sulung Ustaz Abu Bakar Ba'asyir, yakni Ustaz Abdul Rosyid Ba'asyir mengucapkan terima kasih kepada Yusril Ihza Mahendra yang telah berjuang keras membantu ayahnya mendapatkan kebebasan.

Dirinya pun tidak menyalahkan keputusan Pemerintah Joko Widodo yang menunda kebebasan terhadap ayahnya. Justru sebaliknya, pria yang akrab di sapa Ustaz Rosyid ini memaafkan siapa saja pihak-pihak yang ada di belakang Presiden Jokowi yang berusaha keras menghalang-halangi langkah ayahnya untuk mendapatkan kebebasan.

(Baca Juga: Batal Bebas Hari Ini, Keluarga Abu Bakar Ba'asyir Pasrah) 

"Kami keluarga memaafkan pihak-pihak yang menghambat pembebasan ayahnya. Dan mendoakan semoga Allah membuka hati para pejabat dan melunaskan hati mereka untuk membebaskan mereka. Karena apa yang mereka lakukan, karena ketidaktahuan mereka," ujar Ustaz Rosyid, Rabu (23/1/2019).

Ponpes Al Mukmin, Ngeruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Besiap Sambut Kepulangan Ustaz Abu Bakar Baasyir (Bram)	Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Besiap Sambut Kepulangan Ustaz Abu Bakar Baasyir (foto: Bramantyo/Okezone)

Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Mu'min Ngruki, Ustaz Wahyudi sampaikan upaya pengajuan pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir sudah lama dilakukan baik pihak keluarga maupun dari Ponpes Al Mu'min Ngruki.

Diawali dengan kunjungan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu ke ponpes Ngruki benerapa waktu lalu. "Saat itu kita sampaikan lima point penting pada beliau," jelasnya.

Ustaz Wahyudi menjelaskan, poin pertama adalah sosok Abu Bakar Ba'asyir adalah seorang dai dan pendakwah, sebagai mu'alim ustaz juga guru ketika dirinya menyampaikan ayat maupun hadist adalah apa adanya.

"Saya mengenal beliau sejak awal Ponpes ini berdiri. Beliau merupakan orang yang ikhlas dan lurus. ‎Itu point pertama," jelas Wahyudi.

 

Sedangkan poin selanjutnya disampaikan Ustaz Wahyudi bila saat ini kondisi Abu Bakar Ba'asyir sudah sangat sepuh, usianya sudah lebih dari 80 tahun. Seandainya meninggal dalam tahanan, tentu akan menjadi aib dan bernilai negatif bagi pemerintah dan meny‎ebabkan marahnya sebagian umat Islam.

"Itu sebagian dampaknya jika beliau sampai meninggal dalam tahanan. Secara akal manusia kita beliau sudah sepuh dan sakit-sakitan," lanjutnya.

‎Untuk poin selanjutnya juga disampaikan saat seorang pemimpin, apalagi seorang muslim ada baiknya ketika menentukan satu masalah ‎lebih baik memaafkan daripada harus bersikap menzalimi, dan menganggu hak orang.

"Ketika seorang muslim menentukan apapun dalam persoalan lebih baik memaafkan. Yang lebih baik lagi adil. Namun, ‎adil itu mutlak milik Allah SWT. Kita hanya berusaha mendekatkan pada keadilan itu," tegasnya.

(Baca Juga: Santri Ponpes Al Mukmin Bersih-Bersih Sambut Kepulangan Abu Bakar Ba'asyir) 

Ponpes Al Mukmin, Ngeruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Besiap Sambut Kepulangan Ustaz Abu Bakar Baasyir (Bram)	Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Besiap Sambut Kepulangan Ustaz Abu Bakar Baasyir (foto: Bramantyo/Okezone)

Disampaikan juga oleh Wahyudi kepada Menhan harapan agar Abu Bakar Ba'asyir dibebaskan. Sehingga, bisa beristirahat dan beribadah dengan tenang di rumah, ditemani keluarga, juga para santri.

"Kasihan sudah sepuh, enggak ada yang melayani‎ di dalam tahanan. Toh kalau dihitung secara duniawi pemerintah harus mengeluarkan anggaran penjagaan dan sebagainya. Jika di rumah kan bisa menyenangkan berbagai pihak," tutup dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini