Ba'asyir Batal Bebas, Ponpes Ngruki Kecewa Pemerintah Hanya Berikan Harapan

Bramantyo, Okezone · Rabu 23 Januari 2019 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 23 512 2008278 ba-asyir-batal-bebas-ponpes-ngruki-kecewa-pemerintah-hanya-berikan-harapan-QnS972aShL.jpg Direktur Ponpes Ngruki Ibnu Hanifah menggelar jumpa pers terkait batal bebasnya Abu Bakar Ba'asyir (Foto: Bramantyo)

SOLO - Direktur Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Ibnu Hanifah mengatakan, sangat kecewa atas batal bebasnya Ustadz Abu Bakar Ba'asyir pada hari ini. Sebab, pembebasan Ba'asyir ditinjau kembali. 

Ditambah kerabat dan keluarga besar Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki sudah mempersiapkan penyambutan kembalinya Ba'asyir. Termasuk pemasangan tenda dan pengeras suara sejak kemarin.

"Ternyata itu hanya sebuah PHP (pemberian harapan palsu) saja. Tentu kami sangat kecewa dengan sikap Pemerintahan Jokowi. Sudah mendapat kabar gembira namun di putus seperti itu," ujar Ibnu Hanifah, kepada media, Rabu (23/1/2019).

(Baca Juga: Abu Bakar Ba'asyir Batal Bebas, Ponpes Ngruki: Ingat Usia Beliau Sudah Sepuh)

Ponpes Ngruki

Menurut Ibnu Hanifah, padahal dengan bebasnya Ba'asyir, ia ingin memperkenalkan sosok Ba'asyir kepada para santri. Di mana, Ba'asyir merupakan sosok yang sederhana dan lugas, lugu dan berwawasan luas dan kesungguhan dalam bekerja.

"Sebab, para santri dan murid angkatan saat ini tidak banyak yang mengenal bagaimana sosok Ustadz ABB (Abu Bakar Ba'asyir)," jelasnya.

Ibnu Hanifah menegaskan, lebih baik tidak usah membuat pernyataan yang menggembirakan. Namun akhirnya, menganulir sendiri, dan celakanya keluar dari seseorang yang punya otoritas di negeri ini.

"Lalu, kepada siapa ‎kita menggantungkan harapan itu. Ini bukan hanya sekali. Karenanya kita bertanya-tanya bagaimana negeri ini," ucapnya.

Abu Bakar Ba'asyir

(Baca Juga: Kliennya Batal Bebas, Pengacara Abu Bakar Ba'asyir Bingung)

Kepada para pemegang otoritas, pihaknya sangat berharap saat memberikan pernyataan harus dipikirkan dengan matang. Baru setelah itu disampaikan ke publik.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini