nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Kirimkan Kapal Perang ke Selat Taiwan di Tengah Ketegangan dengan China

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 25 Januari 2019 13:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 25 18 2009297 as-kirimkan-kapal-perang-ke-selat-taiwan-di-tengah-ketegangan-dengan-china-0BTxgc14cZ.jpg USS McCampbell. (Foto: Reuters)

TAIPEI - Amerika Serikat (AS) mengirimkan dua kapal angkatan lautnya melintasi Selat Taiwan di tengah ketegangan yang masih terus muncul dengan China. Langkah tersebut adalah operasi pertama AS di Selat Taiwan tahun pada tahun ini.

Keterangan Kementerian Pertahanan Taiwan pada Kamis malam menyebutkan bahwa kedua kapal tersebut bergerak ke arah utara dan pelayaran tersebut dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Namun, pengiriman kedua kapal itu dikhawatirkan meningkatkan risiko ketegangan yang lebih besar dengan China yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

BACA JUGA: Tak Pedulikan China, Dua Kapal Angkatan Laut AS Berlayar Melalui Selat Taiwan

Juru bicara Armada Pasifik AS Letnan Komandan Tim Gorman mengatakan kepada CNN bahwa kapal perusak berpeluru kendali USS McCampbell dan USNS Walter S. Diehl "melakukan Transit yang rutin di Selat Taiwan" yang "sesuai dengan hukum internasional". Demikian dilansir Reuters, Jumat (25/1/2019).

Langkah itu kemungkinan akan dilihat sebagai bentuk dukungan Washington untuk Taiwan terkait perselisihan yang semakin meningkat antara Beijing dengan Taipei.

China telah meningkatkan tekanan terhadap Taiwan sejak Presiden Tsai Ing-wen, dari partai pro-kemerdekaan, mulai menjabat pada 2016. Beijing secara rutin mengirim pesawat dan kapal militernya untuk mengelilingi Taiwan dengan latihan perang dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA: Xi Jinping Minta Pasukan China Siap Tempur di Tengah Ketegangan dengan Taiwan

Presiden China Xi Jinping pada awal Januari mengatakan bahwa negaranya memiliki hak untuk menggunakan kekuatan militer untuk membawa Taiwan kembali di bawah kendalinya. Sebagai tanggapan, Tsai berjanji untuk mempertahankan demokrasi di pulau itu dan menyerukan dukungan internasional untuk melindungi Taiwan.

Meskipun menjalin hubungan diplomatik dengan China dan tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan karena Kebijakan Satu China, AS terikat dengan undang-undang untuk membantu Taiwan mempertahankan diri dan merupakan negara yang menjual persenjataannya ke pulau itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini