Jaga Kedaulatan Bangsa, Yonif Mekanis 521/DY Patroli Menembus Belantara di Perbatasan RI-PNG

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Jum'at 25 Januari 2019 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 25 340 2009231 jaga-kedaulatan-bangsa-yonif-mekanis-521-dy-patroli-menembus-belantara-di-perbatasan-ri-png-3xlbk1xuSr.jpg Yonif Mekanis 521/DY patroli menembus rawa dan belantara di perbatasan RI-PNG. (Foto : Dispenad)

JAKARTA – Patroli patok di perbatasan Republik Indonesia (RI)-Papua Nugini (PNG) untuk memastikan terjaganya setiap jengkal wilayah kedaulatan dan martabat bangsa Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif Mekanis 521/DY Letkol Inf Andi A Wibowo. Letkol Inf Andi A Wibowo menjelaskan, sejak September 2018, satuan yang dipimpinnya (Yonif Mekanis 521/DY) ditugaskan sebagai Satgas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG sebagai di wilayah Merauke Sektor Selatan. Menurutnya, selain menjaga kemungkinan upaya infiltrasi, juga melaksanakan patroli untuk memastikan setiap patok perbatasan antara RI-PNG dalam kondisi aman dan tidak bergeser.

“Sebagaimana pesan Panglima Besar Jenderal Sudirman, kita akan mendapatkan sebutan bangsa yang bermartabat dan berdaulat, jika kita dapat mempertahankan rumah dan pekarangan yang kita miliki,” ujar Andi A Wibowo, dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jakarta, Jumat (25/1/2019).

“Relevan dengan pesan tersebut, sebagai alat pertahanan negara, kita (Yonif Mekanis 721/DY) akan terus memastikan setiap jengkal wilayah kedaulatan Indonesia dengan melaksanakan patroli dan mengecek kondisi patok perbatasan yang ada disini,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, secara rutin pasukannya di Kabupaten Merauke ini melaksanakan patroli dan mengecek patok perbatasan ke ujung wilayah kedaulatan Indonesia dan PNG.

Yonif Mekanis 521/DY patroli patok perbatasan RI-PNG. (Dispenad)

Terkait patok perbatasan, Andi menguraikan, tipe patok perbatasan dikelompokkan berdasarkan jarak antarpatok. Patok tipe A memiliki jarakantar patok sekitar 200-300 km, patok tipe B jarak sekitar 10 km, patok tipe C jarak 1 kilometer, tipe D jarak 100-200 meter. Selain itu, menurutnya, ada Patok Monumen Meridian (MM) yaitu tugu beton bertuliskan nomor “titik koordinat” pada pelat yang ditempel setinggi sekitar 165 cm.

“Patok Perbatasan RI-PNG yang berada di Merauke Sektor Selatan dan menjadi tanggung jawab kami sejumlah 52 buah yang terdiri dari 4 Patok tipe A, 31 4 Patok tipe B dan 17 patok MM (Monumen Meridian),” kata lulusan Akmil tahun 2001 ini

“Tidak hanya patroli patok, sekaligus dalam perlintasan perjalanan yang dilalui, kita juga senantiasa memastikan kondisi saudara-saudara kita di wilayah perbatasan ini. Tentu kita ingat, selain pemerintah dan pengakuan dari negara lain, unsur lain dari negara adalah adanya wilayah dan rakyat,” ucapnya.

Patok perbatasan RI-PNG (Dispenad)

Untuk memastikan hal tersebut, lanjut Andi, dirinya menugaskan pasukannya melaksanakan patroli patok sesuai sektor yang menjadi tanggung jawabnya masing-masing.

“Berbekal alat navigasi dan perlengkapan serta bekal yang cukup tentunya. Ini penting karena medan yang dilalui pun cukup sulit dan jauh. Bahkan, terdapat patok yang berada di rawa-rawa,” terangnya.

“Selesai melaksanakan patroli, kita laporkan ke Komando Atas,” ucapnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Letda Inf Jerry Lahindo yang baru selesai melaksanakan patroli bersama beberapa anggotanya pada 23 Januari 2019, membenarkan jika medan yang dilaluinya merupakan daerah rawa-rawa dan sungai yang deras serta tanah yang lembab.

“Untuk bisa melalui itu, selain peralatan dan perlengkapan navigasi, juga membutuhkan kondisi fisik yang prima,” tuturnya.

Secara singkat, Jerry Lahindo menerangkan, 12 patok yang menjadi tanggung jawabnya memiliki jarak total sekira 16 km.

Yonif Mekanis 521/DY patroli patok perbatasan RI-PNG. (Dispenad)

“Beberapa patok di wilayah Sota kondisinya berada di tengah rawa-rawa sehingga untuk mencapainya pun harus melintasi air yang cukup dalam,” katanya.

(Baca Juga : Satgas TNI Konga Damaikan Pertikaian Dua Suku di Republik Demokratik Kongo)

“Saat musim kemarau, tanah di sana tandus dan saat musim hujan jadi rawa-rawa. Untuk menuju ke sana melalui 3 sungai yang arusnya cukup deras. Memasuki 4 bulan penugasan, hal tersebut menjadi sesuatu yang biasa dan kami jalani dengan penuh kebanggaan,” katanya.

(Baca Juga : TNI Amankan 100 Gram Ganja Kering di Perbatasan Papua-PNG)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini