nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perjuangan Anak Sekolah Sebrangi Jembatan Putus Akibat Air Bah

Herman Amiruddin, Jurnalis · Jum'at 25 Januari 2019 22:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 25 609 2009537 perjuangan-anak-sekolah-sebrangi-jembatan-putus-akibat-air-bah-WkcW7e3huY.jpg Jembatan Bambu Darurat untuk Menaiki Jembatan Jenelata, Kabupaten Gowa yang Putus Diterjang Banjir Bandang (foto: Herman A/Okezone)

MAKASSAR - Akibat hujan deras yang mengguyur berbagai wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) menyebabkan beberapa jembatan putus diterjang air bah pada 22 Januari lalu. Salah satunya, Jembatan Jenelata yang terletak di Desa Tanah Karaeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Putusnya jembatan tersebut, membuat aktifitas warga di Desa Bili-Bili yang menghubungkan 3 kecamatan, yakni Kecamatan Bungaya, Biringbulu, dan Bontolempangen, sulit diakses.

(Baca Juga: Ini 13 Wilayah yang Terdampak Banjir dan Longsor di Sulsel) 

Jembatan Bambu Darurat untuk Menaiki Jembatan Jenelata yang Putus Diterjang Banjir Sulsel (foto: Herman/Okezone)	Jembatan Bambu Darurat untuk Menaiki Jembatan Jenelata yang Putus Diterjang Banjir Sulsel (foto: Herman/Okezone)

Bahkan, anak sekolah terpaksa menaiki tangga bambu yang dibuat oleh warga dengan bahan sedanya. Tangga itulah yang digunakan untuk sementara jika ingin melintas antar desa.

Dari pantauan Okezone, Jumat (25/1/2019) sejumlah warga pagi itu hendak beraktivitas. Kondisi jembatan masih putus dan belum ada perbaikan. Terlihat juga garis polisi sudah terpasang di ujung jembatan putus itu.

Warga membuat tangga terbuat dari bahan bambu seadanya. Anak-anak sekolah harus menyebarang dengan melewati tangga itu untuk sampai ke sekolah. Jika tak hati-hati menaiki atau menuruni setiap pijakan tangga akan berakibat fatal.

Mengingat tangga yang terpasang sangat tinggi untuk bisa naik ke jembatan. Warga harus dibantu jika ingin melewati tangga itu.

Jembatan Bambu Darurat untuk Menaiki Jembatan Jenelata yang Putus Diterjang Banjir Sulsel (foto: Herman/Okezone)Jembatan Bambu Darurat untuk Menaiki Jembatan Jenelata yang Putus Diterjang Banjir Sulsel (foto: Herman/Okezone) 

Menurut warga setempat, sebelum jembatan itu putus biasanya kerap digunakan warga melintas menggunakan roda dua atau roda empat untuk pergi ke pasar. Termasuk bagi pejalan kaki seperti anak sekolah.

(Baca Juga: Tolong Cucu saat Banjir di Gowa, Nenek Nur Janna Akhirnya Meninggal Dunia) 

"Untung saat kejadian itu bukan hari pasar. Seandainya hari pasar pasti ada korban. Saat ini kami buat tangga untuk bisa dilewati anak-anak," kata Dg Ngalle warga setempat kepada Okezone.

Jembatan ini jika dilihat kondisi bangunannya masih koko. Lantaran akibat debit air yang tinggi megakibatkan sungai Jenelata menjadi bringas menghantam kerangka jembatan tersebut.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini