nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Hadapan JK, Adnan Purichta Paparkan Bencana Banjir dan Longsor di Gowa

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 05:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 28 609 2010149 di-hadapan-jk-adnan-purichta-paparkan-bencana-banjir-dan-longsor-di-gowa-mP9IdxkPjT.jpg Adnan (tengah berkemeja batik) bersama Wapres JK meninjau lokasi yang diterjang banjir dan longsor di Gowa. (Foto: Herman A/Okezone)

GOWA - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan melaporkan banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Gowa pada 22 Januari 2019 ke Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla di Ruang Rapat Pimpinan, Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Minggu (27/1/2019)

Laporan tersebut disampaikan Adnan pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Banjir dan Tanah Longsor yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Turut hadir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono; Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita; dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo.

"Hujan deras pada 22 Januari 2019 lalu mengakibatkan debit air di Bendungan Bili-bili meningkat sehingga sejumlah kecamatan di Kabupaten Gowa mengalami kebanjiran. Sehingga kami harap dapat segera dibangun Bendungan Jenelata tepat di samping Bendungan Bili-bili agar dapat mereduksi aliran air. Sebab banjir kemarin selain pembukaan pintu air Bendungan Bili-bili, juga adanya arus deras dari aliran air Jenelata sehingga ketemu di hilir," kata Andan melalui pesan tertulisnya kepada Okezone.

Foto: Herman/Okezone

Adnan menegaskan pentingnya perbaikan di hulu bendungan, salah satunya dengan menghijaukan kembali Gunung Bawakaraeng serta menjaga lahan-lahan konservasi yang berubah menjadi lahan perkebunan pribadi.

"Akibat bencana ini telah ditemukan 46 orang meninggal dan ada 40 titik banjir serta delapan jembatan putus/rusak di beberapa kecamatan. Kami memohon dukungan anggaran Pemerintah Pusat dan Pemprov Sulsel untuk bisa memperbaiki infrastruktur-infrastruktur yang rusak akibat banjir," kata Adnan.

(Baca juga: Data Terbaru Banjir dan Longsor Sulsel: 68 Orang Meninggal dan 7 Orang Hilang)

Hal ini disambut positif Nurdin Abdullah dengan memberikan bantuan Rp20 miliar untuk tanggap darurat bagi kabupaten/kota yang tertimpa bencana.

Foto: Herman/Okezone

"Semoga dengan anggaran ini bisa membantu kabupaten/kota yang mengalami masalah, namun kami juga mengharapkan pemerintah pusat untuk membantu melengkapi infrastruktur di daerah-daerah tersebut," kata Nurdin Abdullah di hadapan JK.

Sementara itu, JK menyampaikan rasa prihatin kepada para bupati/wali kota yang wilayahnya tertimpa bencana. Dari data sementara, 68 orang meninggal dunia akibat bencana ini.

"Untuk korban yang meninggal akan diberi santunan sebesar 15 juta rupiah dari Kemensos, sedangkan semua infrastruktur umum akan kita bantu melalui Kementrian PUPR untuk membantu menyelesaikan pengerjaannya seperti jalan dan jembatan dan BNPB akan membantu bahan pembangunan rumah korban banjir," kata JK.

Sebelumnya JK bersama rombongan rombongan meninjau langsung lokasi Bendungan Bili-bili di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini