nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sepeda Motor Diizinkan Masuk Jalan Tol Dinilai Aneh

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 10:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 31 337 2011782 sepeda-motor-diizinkan-masuk-jalan-tol-dinilai-aneh-ZrSlvOnH9i.jpg Motor (Okezone)

JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta agar motor bisa masuk di jalan tol. Saat ini ada wacana tersebut dalam kajian Kementerian PUPR.

Menyikapi hal itu, peneliti kebijakan publik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie mengatakan, kebijakan pemerintahan terkait motor masuk tol merupakan hal tak masuk akal dan sudah di luar nalar.

"Ini membingungkan mana ada negara yang menerapkan aturan seperti ini," kata dia dalam keterangan, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

 Baca juga: Menhub: Tol untuk Motor Belum Mendesak!

Menurut Jerry, regulasi di negeri ini kerap tiba saat tiba akal tanpa ada the study process first atau proses pengkajian.

 https://img-z.okeinfo.net/okz/500/library/images/2018/12/20/3p7f3lrvfowabxymfsn0_18694.jpg

"Saya sudah kunjungi sejumlah negara maju tak saya temukan jalan tol dipakai untuk kendaraan bermotor. Kalau sepeda justru ada. Saya prediksi banyak yang akan tewas," kata Jerry.

Dirinya mengatakan, pemerintah harus ada langkah preventif sebelum terjadi sesuatu. Jangan membuat keputusan terburu-buru.

 Baca juga: Wacana Motor Masuk Tol Perlu Dikaji Mendalam

Dirinya mengatakan, walaupun diperbolehkan hanyalah motor gede (moge). Menurutnya, moge akan berbeda dengan motor bebek.

Bagi pihak terkait yang ingin membuat kebijakan harus ada studi banding terlebih dahulu. Pikirkan impact and risk (dampak dan resikonya). Jangan dianggap konyol, lantaran akan banyak korban.

Ini seperti usulan PKS dengan SIM gratis dan tak bayar pajak. Hati-hati dengan mengeluarkan policy. Ini punya bad impact (dampak buruk).

Barangkali wacana ini mengacu mengacu pada PP Nomor 44 Tahun 2009 yang merevisi Pasal 37 PP Nomor 15/2005 tentang Jalan Tol. Pada pasal 1a menyebutkan jika jalan tol bisa dilengkapi jalur khusus untuk kendaraan roda dua, dengan catatan jalurnya harus terpisah secara fisik dengan kendaraan roda empat.

 Baca juga: Misbakhun Perjuangkan RUU Pertembakauan demi Petani

"Bagi saya negara kita step back 1 abad jika menerapkan ide irasional ini. Jangan hanya kebijakan politis dan kebijakan elitis bukan populis, apalagi kecelakaan 70 persen dari sepeda motor," tegasnya.

Sebenarnya, lanjut Jerry, yang harus dikaji pemerintah adalah jalan agar tidak bisa dijadikan tempat berjualan atau tempat pejalan kaki atau pendestrian area tidak bisa untuk parkir kendaraan apapun.

Begitu pula kata Jerry, jembatan tidak bisa digunakan sebagai tempat parkir.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini