nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Juga Amankan Senpi dan Ribuan Butir Peluru di Rumah Adik Wagub Sumut

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 10:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 31 608 2011779 polisi-juga-amankan-senpi-dan-ribuan-butir-peluru-di-rumah-adik-wagub-sumut-27EVLfhpfA.jpg Penangkapan Adik Wagub Sumut Muhammad Idishah alias Dodi (foto: Istimewa)

MEDAN - Penyidik Kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, menyita dua pucuk senjata api dan ribuan butir peluru dari penggeledahan di rumah dan kantor PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) milik Muhammad Idishah alias Dodi, pada Rabu 30 Januari 2019 kemarin.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyebutkan, senjata api yang diamankan adalah sepucuk pistol Glock 19 dan sepucuk senapan GSG-5. Sedangkan peluru yang diamankan, ada 679 butir peluru kaliber 7.62 X 51, lalu 372 butir peluru kaliber 9 X 19 serta 150 butir peluru kaliber 5.56 X 45.

(Baca Juga: Polisi Sita Komputer dan Dus Berisi Dokumen dari Kantor Adik Wagub Sumut) 

"Ada juga 24 butir peluru kaliber 32 dan 122 butir peluru kaliber 38 super. Kemudian 20 butir peluru kaliber 7.62 X 51, lalu 15 butir peluru kaliber 308 dan 20 butir peluru kaliber 5,56," sebut Tatan, Kamis (31/1/2019).

 

Polisi juga menyita sejumlah dokumen dari penggeledahan itu. Kemudian, satu unit komputer yang diduga menyimpan dokumen terkait kasus alih fungsi hutan lindung menjadi perkebunan kelapa sawit yang melibatkan adik dari Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah itu.

"Untuk dokumen merupakan dokumen mengenai rekapitulasi pembiayaan perkebunan pada tahun 2018," tuturnya.

Saat ini, lanjut Tatan, barang bukti dokumen tersebut dibawa ke Kantor Ditreskrimsus Polda Sumut dan temuan senjata api beserta ribuan butir peluru diserahkan kepada pihak Dit Intelkam Polda Sumut.

"Kepemilikan Senpi sedang dalam pemeriksaan Dit Intelkam Polda Sumut," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, kasus yang menjerat Dodi bermula dari laporan yang masuk ke Kepolisian pada Desember 2018 lalu. Dody selaku direktur PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) diduga telah merubah status fungsi hutan lindung menjadi lahan perkebunan sawit di beberapa kecamatan di Kabupaten Langkat dengan luasan mencapai 336 hektar. Yakni di Kecamatan Sei Lepan, Brandan Barat dan Besitang.

Atas laporan itu, Polisi sudah melakukan dua kali panggilan terhadap Dodi. Namun Dodi tidak pernah menggubrisnya. Sehingga polisi menjemputnya pada Selasa 29 Januari 2019 kemarin.

(Baca Juga: Adik Wakil Gubernur Sumut Resmi Jadi Tersangka Terkait Kasus Hutan Lindung) 

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di dua lokasi. Yakni di rumah pribadi Dodi di Komplek Cemara Asri, Jalan Seroja No. 32 RT. 001 / RW. 001 Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang dan Kantor PT ALAM, di Jalan Sei Deli Nomor 14 - 16 Kota Medan.

Atas kasus itu, Dodi kini telah resmi berstatus tersangka. Namun ia tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini