Imbas Kabut Beracun, Warga Bangkok Mulai Batuk Darah

Rachmat Fahzry, Okezone · Jum'at 01 Februari 2019 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 18 2012572 imbas-kabut-beracun-warga-bangkok-mulai-batuk-darah-tHzNj7TeDj.jpg Warga memakai masker imbas kabut beracun menyelimuti kota Bangkok, Thailand. Foto/AFP

BANGKOK – Warga Bangkok mulai mengalami batuk berdarah imbas kabut asap beracun yang menyelimuti ibu kota Thailand itu.

Kabut tebal yang mengandung PM 25—partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer)—bisa mengendap di paru-paru manusia, dan telah menyelimuti Bangkok selama dua minggu terakhir.

Laporan Daily News yang dikutip Okezone, Jumat (1/2/2019), para ahli menyatakan asap beracun diduga berasal dari polusi kendaraan, proyek konstruksi, dan pembakaran lahan.

Foto/Okezone

Dampak asap beracun semakin parah. Para warganet memperlihatkan bahwa mereka mengalami batuk berdarah.

Baca: Hampir 450 Sekolah di Bangkok Ditutup Karena Kepungan Asap yang Makin Parah

Baca: Buktikan Jimat yang Dijual Palsu, Seorang Biksu Gorok Pedagang Kaki Lima

Pekerja kantor, Nutthawut Sirichainarumit, berbagi foto darah di tangannya yang keluar setelah dia bersin pada 15 Januari 2019.

“Dua hari yang lalu, hidungku terluka saat bernafas. Saya bersin sepanjang malam, bahkan lebih buruk ketika besok pagi saat saya bersin keluar darah,” kata Nutthawut.

“Saya kaget karena saya tidak pernah bersin darah sepanjang hidup saya. Saya percaya debu penyebabnya. "

Foto/Okezone

Warga Bangkok lainnya, Seine Premmanuspaisal, terkejut setelah ia didiagnosis infeksi paru-paru setelah muntah dan batuk dalam darah selama tiga hari. Padahal ia tidak pernah memiliki riwayat penyakit pernapasan.

“Udara yang tercemar juga membawa kuman dan virus yang secara bertahap mempengaruhi tubuh kita. Meskipun berpikir Anda sehat, lingkungan yang mengerikan ini akan mengganggu Anda,” tutur Seine.

Kabut asap yang beracun yang menyelimuti Bangkok membuat pemerintah melibutkan 400 sekolah sampai akhir pekan ini. Hal tersebut dilakukan untuk melindungi anak-anak dari dampak buruk polusi.

Menurut proyek World Air Quality Index project (AQICN), Air Quality Index (AQI) Bangkok saat ini di kisaran 170, angka yang "tidak sehat".

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini