nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini 4 Alasan DPR Dukung Sepeda Motor Masuk Tol

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 10:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 01 337 2012297 ini-4-alasan-dpr-dukung-sepeda-motor-masuk-tol-jK3qSnvmZU.jpg Anggota DPR Masinton Pasaribu (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wacana pengendara roda dua dibuatkan jalur khusus sepeda motor di jalan tol yang disampaikan oleh Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) dinilai perlu ditindaklanjuti.

Anggota DPR Masinton Pasaribu mengungkapkan, usulan yang disampaikan oleh Ketua DPR merupakan aspirasi dari berbagai elemen, baik pemerintah maupun masyarakat pengguna jalan raya, khususnya pengendara roda dua.

Mengutip data Mabes Polri, populasi sepeda motor tahun 2018 mencapai 111.571.239 unit atau setara dengan 42,4% penduduk Indonesia di tahun yang sama. Untuk itu, politisi PDIP yang menjadi wakil rakyat anggota Komisi III ini mendukung usulan Ketua DPR itu agar sepeda motor bisa masuk tol.

Ia membeberkan, 4 alasan pentingnya diperbanyak lagi jalan tol yang membuka akses sepeda motor. Pertama, secara konstitusional setiap peraturan yang dibuat tidak boleh mendiskriminasi hak-hak warga negara. Termasuk hak warga negara pengguna sepeda motor untuk menikmati hasil pembangunan – khususnya pembangunan infrastruktur jalan tol yang sedang digencarkan oleh Presiden Joko Widodo.

(Baca Juga: Sepeda Motor Diizinkan Masuk Jalan Tol Dinilai Aneh)

Ilustrasi

Kedua, tidak ada peraturan yang dilanggar. Dengan adanya revisi Peraturan Pemerintah (PP) No.15 Tahun 2005 dengan PP Nomor 44 Tahun 2009 yang membolehkan sepeda motor masuk tol dengan syarat, Masinton menyimpulkan apabila pemerintah memperbanyak ruas tol yang bisa dilalui sepeda motor tidak ada peraturan yang dilanggar.

“PP Nomor 15 tahun 2005 pada Pasal 38 Ayat (1) disebutkan jalan tol diperuntukkan bagi pengguna yang menggunakan kendaraan roda empat atau lebih. Sementara PP Nomor 44 Tahun 2009 telah direvisi dengan menambah satu ayat yang menyebutkan pada jalur tol dapat dilengkapi dengan jalur tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih,” kata Masinton dalam keterangannya, Jumat (1/2/2019).

Alasan ketiga adalah mencegah rawan kecelakaan. Dibolehkannya sepeda motor di tol Jembatan Suramadu dan ruas tol Bali, terbukti angka kecelakaan tidak setinggi di ruas jalan-jalan umum.

Masinton berharap pemerintah memperbanyak lagi jalan tol yang boleh dimasuki sepeda motor angka kecelakaan lalu lintas secara nasional dapat ditekan. Sebab, sepeda motor roda dua merupakan moda transportasi darat yang digunakan mayoritas rakyat Indonesia.

(Baca Juga: DPR Sebut Kebijakan Motor Masuk Tol Berikan Keadilan untuk Masyarakat)

Keempat, dengan dibukanya lebih banyak lagi ruas tol yang bisa diakses sepeda motor sebagai bukti kongkrit kepedulian pemerintahan Presiden Joko Widodo kepada rakyat.

“Pembangunan jalan tol yang terus digencarkan setidaknya akan dinikmati sebagian besar rakyat dan niscaya pula akan menggerakkan perekonomian Indonesia,” kata Masinton.

Masinton menyerukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan agar tidak ragu lagi memperbanyak ruas tol yang bisa diakses sepeda motor, karena secara konstitusi, hukum, keselamatan maupun keadilan sudah terpenuhi dan diharapkan perekonomian Indonesia akan bergerak lebih maju lagi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini