Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kemendagri Siap Melawan Hoaks & Racun-Racun Demokrasi

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Sabtu, 02 Februari 2019 |04:46 WIB
Kemendagri Siap Melawan Hoaks & Racun-Racun Demokrasi
Kapuspen Kemendagri, Bahtiar (Foto: Biro Humas Kemendagri)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membeberkan hasil kajian mengenai hoaks dan toleransi bagian dari ancaman Pemilu 2019. Pemaparan itu dikemas dalam kegiatan Kemendagri Media Forum (KMF) yang berlangsung di Kantor Pusat Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 7, Jakarta Pusat, Jumat 1 Februari 2019 kemarin.

Data yang dipaparkan merupakan hasil riset Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) dan Founding Father House (FFH). Kapuspen Kemendagri, Bahtiar mengungkapkan, survei tersebut menunjukkan turunnya nalar rekan mahasiswa dan semakin keringnya tema-tema diskusi publik yang substantif, sehingga berdampak pada berkembangnya hoaks.

"Ruang publik sangat kering gagasan kebangsaan dan kenegaraan. Pendidikan sebagai tempat melatih penalaran terhadap fenomena, gejala dan peristiwa," kata Bahtiar dalam keterangannya

Kapuspen Kemdagri

Ia tak lupa menjelaskan bahwa Kemendagri adalah lembaga yang sangat menjunjung nilai demokrasi dan selalu terbuka akan perbedaan gagasan.

"Kemendagri selalu terbuka terhadap berbagai masukan publik. Namun, juga kami memiliki posisi yang jelas untuk siap melawan racun-racun demokrasi, seperti yang sering disampaikan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo dalam berbagai forum," tuturnya.

Sementara itu, peneliti senior Founding Fathers House (FFH), Dian Permata menyebut, berdasarkan survei kepada 300 responden ditemukan bahwa politik uang dan Sara menjadi ancaman paling mengkhawatirkan. Tercatat, ancaman politik uang di wilayah DKI Jakarta menjadi yang paling besar dengan mengumpulkan 52 poin disusul dengan Provinsi Banten 37 dan Jawa Barat 34 poin.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement