nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebijakan Lampion Menyala Sebulan Penuh di Solo Diprotes

Bramantyo, Jurnalis · Sabtu 02 Februari 2019 08:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 02 512 2012799 kebijakan-lampion-menyala-sebulan-penuh-di-solo-diprotes-ai9SlgLIWG.jpg Lampion di Pasar Gedhe Surakarta. (Foto : Bramantyo/Okezone)

SOLO - Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) sempat melayangkan protes terhadap pemasangan lampion sebagai salah satu ciri khas perayaan Imlek di sekitar Pasar Gedhe Surakarta yang dinilai terlalu berlebihan.

Hal tersebut disampaikan Humas LUIS, Endro Sudarsono. Ia menyatakan dirinya sudah menggelar audiensi dan bertemu pemangku kebijakan Kota Solo. Kehadirannya bersama rombongan bertemu dengan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo.

"Kami meminta agat Pemkot Solo menertibkannya. Kita sampaikan pada pak wakil yang intinya pasangan lampion yang akan menyala selama 30 hari ke depan itu berlebihan," ucap Endro kepada Okezone, Jumat (1/2/2019).

Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) protes pemasangan lampion ke Wali Kota Solo. (Bramantyo)

Hal itu, menurutnya, mengingat perayaan tahun baru Hijrah, Masehi dan tahun baru Saka itu hanya berkisar 1-3 hari.

"Kami keberatan janganlah terlalu berlebihan. Bahkan sempat jalan tersebut ditutup. Kan merepotkan masyarakat juga," tuturnya.

Terlebih lagi imbasnya terjadi kemacetan di mana-mana karena ada rekayasa lalu lintas. Tentunya itu dapat mengganggu ruang publik lantaran masyarakat harus memutar jauh.

Lampion di Pasar Gedhe Surakarta. (Foto : Bramantyo/Okezone)

"Kami prihatin waktu azan magrib, isya' remaja-remaja kita ada di sana, padahal itu waktunya salat," ujarnya.

Menurutnya, silakan saja merayakan Imlek, tapi waktunya disesuaikan. Jika itu dilakukan di tempat ibadah (Klenteng) pihaknya tidak pernah mempersoalkannya. Endro juga menambahkan dibandingkan dengan Tahun Baru Masehi kan hanya hari, namun untuk Imlek sampai sebulan penuh.

"Tapi kalau ini digelar di ruang publik dari Tugu (Tugu Titik Nol kilometer) hingga Gladag maka kita menyatakan protes," katanya.

(Baca Juga : Mengintip Tahun Baru Imlek di Negeri Syariat Islam)

Ia menyampaikan, ini adalah protes yang kedua kalinya. Sebelumnya pada 2018, pihaknya juga sudah melakukan aksi protes. Kali ini pihaknya sudah sampaikan pada wakil walikota Solo dan nanti puncaknya disampaikan pada Wali Kota FX Hadi Rudyatmo.

"Pak Wawali sebut akan sampaikan (wali kota dan pihak lain) demi kebaikan bersama," tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini