SOLO - Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) sempat melayangkan protes terhadap pemasangan lampion sebagai salah satu ciri khas perayaan Imlek di sekitar Pasar Gedhe Surakarta yang dinilai terlalu berlebihan.
Hal tersebut disampaikan Humas LUIS, Endro Sudarsono. Ia menyatakan dirinya sudah menggelar audiensi dan bertemu pemangku kebijakan Kota Solo. Kehadirannya bersama rombongan bertemu dengan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo.
"Kami meminta agat Pemkot Solo menertibkannya. Kita sampaikan pada pak wakil yang intinya pasangan lampion yang akan menyala selama 30 hari ke depan itu berlebihan," ucap Endro kepada Okezone, Jumat (1/2/2019).

Hal itu, menurutnya, mengingat perayaan tahun baru Hijrah, Masehi dan tahun baru Saka itu hanya berkisar 1-3 hari.