MEDAN – Para pengurus dan calon anggota legislatif (caleg) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menggelar penyaluran bantuan kesehatan berupa pengasapan (fogging) di kawasan permukiman penduduk di Jalan Amal Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.
Ratusan rumah warga serta pekarangan mereka menjadi objek sasaran fogging. Para kader dan caleg Perindo juga mengasapi areal kosong, parit, selokan, serta tong sampah yang menjadi tempat persembunyian nyamuk dan serangga.
Hadir dalam kegiatan tersebut caleg Perindo untuk DPRD Provinsi Sumatera Utara nomor urut 1 dari daerah pemilihan (dapil) Sumut-2 (Medan-B), Budianta Tarigan serta caleg Perindo untuk DPRD Kota Medan nomor urut 3 dan 5 dari dapil Medan-1(Barat, Petisah, Helvetia), H Marlina dan Putri Sari.
Budianta Tarigan menyebutkan, kegiatan fogging ini mereka lakukan untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran penyakit yang disebabkan atau ditularkan oleh serangga, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria.
Fogging ini telah ditetapkan sebagai program nasional Perindo oleh Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo. Penetapan itu sehubungan dengan terjadinya kasus luar biasa (KLB) DBD di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Di Medan sendiri angka kasus DBD ini cukup tinggi sehingga kita merasa harus ikut turun langsung mengantisipasinya," ujar Budianta.
Wakil Ketua Bidang Kader Anggota dan Saksi pada DPW Partai Perindo Sumatera Utara itu juga menyebutkan, dipilihnya lokasi Kelurahan Dwikora sebagai objek sasaran fogging karena Perindo telah menerima laporan adanya korban DBD di wilayah itu. Setelah melakukan fogging, para kader dan caleg Perindo pun sempat menjenguk korban.
"Korban namanya Rohim (18). Baru beberapa hari pulang dari rumah sakit akibat DBD. Saat ini masih menjalani rawat jalan. Maka itu kita lakukan fogging di sini agar setidaknya nyamuk-nyamuk Aedes aegypti yang masih ada di sini bisa dimusnahkan," tuturnya.
Sementara itu, Marlina menyebutkan, sebagai perempuan ia mengajak seluruh ibu-ibu yang ada di Kelurahan Dwikora untuk proaktif melawan penyebaran DBD. Upaya yang bisa dilakukan di antaranya dengan membersihkan lingkungan tempat tinggal mereka, serta menjalankan pola hidup sehat di dalam keluarga.
"Kita (perempuan) ini kan sejatinya motor penggerak dalam keluarga. Jadi, kita harus lebih proaktif demi keluarga kita. DBD ini sudah sangat meresahkan dan tentunya kita tak ingin keluarga kita menjadi korban," ucapnya.