nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MNC Peduli Hadir, Warga Kalibubak Tak Lagi Kesulitan Air

Taufik Budi, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 05:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 07 512 2014661 mnc-peduli-hadir-warga-kalibubak-tak-lagi-kesulitan-air-Wqn0jp5PxO.jpg Direktur Corporate Secretary MNC Group Syafril Nasution sapa warga Kalibubak, Kendal Jateng. Foto/Okezone

KENDAL – Ratusan warga Kalibubak Desa Kebon Gembong Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal Jateng, sejak sepekan terakhir sudah bisa tersenyum lebar. Mereka tak lagi kesulitan air bersih, setelah instalasi sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer dari mata air hingga permukiman.

Sebelumnya, air bersih menjadi permasalahan selama bertahun-tahun bagi warga Kalibubak. Untuk mendapatkan air bersih, warga harus mencari ke sungai yang dibawa dengan ember atau jeriken. Warga harus bolak-balik agar kebutuhan air bersih terpenuhi.

Sebagian warga lainnya, menyambung selang ke sumber air terdekat. Namun, cara ini dianggap kurang efektif karena air yang didapat keruh sehingga tak layak konsumsi. Selain itu, selang juga rawan putus sehingga permasalahan air bersih belum menemukan solusi.

Bahkan saat memasuki musim hujan, air bersih masih menjadi permasalahan di kampung yang dihuni sekira 52 keluarga tersebut. Warga pun berusaha mencari solusi yang tepat. Hasilnya, ditemukan sumber air di perbukitan dengan debit melimpah. Namun ternyata permasalahan belum kelar.

“Kami menemukan sumber air di lereng bukit. Meski debitnya melimpah, namun permasalahan berikutnya adalah tidak ada instalasi untuk menuju ke permukiman. Dari situ kita kembali kebingungan mencari solusinya,” kata Kepala Dusun Kalibubak, Rohmadi, Rabu (6/2/2019).

Foto/Okezone 

Dalam kebingunan itu, Rohmadi bisa menemukan titik terang setelah bertemu dengan Direktur Corporate Secretary MNC Group, Syafril Nasution. Disepakati MNC segera membangun instalasi penampungan hingga saluran air menuju permukiman warga.

“Dari Pak Syafril melalui program MNC Peduli, kita dibuatkan instalasi saluran air. Kini warga sudah tidak kesulitan air bersih lagi. Mau mandi, masak, mencuci, tidak bingung lagi. Tidak perlu datang ke sungai sambil gendong jeriken. Air sudah lancar masuk ke rumah-rumah,” terangnya.

Dia juga menyampaikan, debit mata air cukup besar. Selain memenuhi kebutuhan warga kampung, sebagian air juga dialirkan ke sawah-sawah. “Sampai saat ini air sudah mencukupi, bahkan berlimpah. Sekarang juga diambil untuk mengairi ke sawah-sawah, petani bisa menanam padi sekarang,” terangnya.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada MNC Peduli dan Lotte Mart yang telah memberikan perhatian dan bantuannya kepada kami. Terima kasih juga kepada Pak Syafril yang dengan bantuannya sejak awal hingga pengajuan kami disetujui,” tukas dia.

Hal serupa disampaikan ibu muda bernama Vina Mustafidah. Setelah bertahun-tahun harus ke sungai untuk mencuci, kini tinggal putar keran dan mengucur air bersih. “Kalau mencuci ke sungai itu agak repot ya, apalagi bagi yang memiliki bayi maka harus bolak-balik ke sungai. Kan pakaian bayi banyak dan kerap kotor kena ompol,” terangnya seraya tersenyum.

Foto/Okezone 

Tak hanya di Kalibubak, MNC Peduli bersama Lotte Mart itu juga membuat instalasi air bersih di Dusun Wonorejo Desa Wirosari, Kecamatan Patean, Kendal. Terdapat sekira 68 rumah yang teraliri sambungan instalasi air bersih.

“Di sini awalnya air bersih menjadi persoalan serius, tapi kini sudah bisa diatasi setelah ada bantuan pemasangan instalasi air bersih ini. Kami berterima kasih, semoga MNC Peduli dan Lotte Mart tetap jaya,” kata seorang perangkat desa setempat, Sukoyo.

Secara resmi pengoperasian dua instalasi air bersih baru dilakukan setelah diresmikan Direktur Corporate Secretary MNC Group Syafril Nasution bersama Direktur Marketing Lotte Mart Indonesia Evi Lionawan.

Foto/Okezone 

Setelah itu, juga dilanjutkan peresmian jembatan Cipluk Desa Sidokumpul Kecamatan Patean Kendal. Jembatan sepanjang 134 meter dengan lebar 1,5 meter itu menghubungkan Dusun Cipluk Timur dan Cipluk Barat.

Anak-anak sekolah dan warga desa setempat kini tak perlu lagi menerjang derasnya arus sungai untuk berangkat sekolah ataupun bekerja. Jembatan telah lama putus akibat tak mampu menahan derasnya arus sungai.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini