
Setelah meyakini para pelaku telah pergi, barulah kedua pegawai itu keluar meminta pertolongan. Namun karena kondisi sepi, keduanya menghubungi manajemen dan grup kantor, hingga diteruskan pelaporan ke Polsek Ciputat.
"Jadi yang laporan ke polisi ada dari grup kantor. Kalau saya kan langsung dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih karena lukanya mau dijahit," ujarnya.
Fauzi tak mengenali ciri-ciri wajah pelaku, dia hanya mengingat bahwa pria yang mengacungkan benda diduga senjata api berperawakan kekar, tinggi, serta berambut ikal. Sedangkan kebanyakan pelaku berkomunikasi dengan logat Sumatera, namun menggunakan bahasa pribumi Ciputat.
"Bahasanya bahasa orang-orang pribumi di sini, tapi kan logatnya beda, bukan orang betawi atau orang jawa. Kayaknya logat-logat Sumatera," tukas Fauzi.
Sayangnya, standar keamanan di minimarket itu tak terkelola dengan baik. Disebutkan bahwa Close Circuid Television (CCTV) yang terpasang tengah bermasalah sepekan terakhir, sehingga tak bisa merekam aktifitas pelaku saat beraksi.