nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Itjen Kemenpora Kembali Dipanggil KPK terkait Kasus Dana Hibah KONI

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 10:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 11 337 2016211 itjen-kemenpora-kembali-dipanggil-kpk-terkait-kasus-dana-hibah-koni-VIs95nmyAL.jpg Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementeriaan Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Pangestu Adi W pada hari ini kembali diperiksa oleh Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pangestu diperiksa sebagai saksi.

Pangestu dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap penyaluran dana bantuan atau hibah dari pemerintah melalui Kemenpora untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).‎ Dia diperiksa untuk tersangka Ending Fuad Hamidi (EFH).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka EFH," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

(Baca juga: Kronologi OTT Dana Hibah Kemenpora kepada KONI)

Selain Pangestu, KPK turut memanggil dua saksi lain yakni Sekretaris Tim Verifikasi Cucu Sundara dan Kabid Asdep Pembibitan Kemenpora Bambang Siswanto. Keduanya juga bakal diperiksa untuk tersangka Ending Fuad Hamidi.

Sejauh ini ‎KPK sudah menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap penyaluran dana hibah dari pemerintah melalui Kemenpora untuk KONI. Mereka adalah Sekretaris Jenderal KONI, Ending Fuad Hamidy (EFH); ‎Bendahara Umum KONI, Jhonny E Awut (JEA); Deputi IV Kemenpora, Mulyana (MUL); Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora, Adhi Purnomo (AP); serta Staf Kemenpora, Eko Triyanto (ET).

Ilustrasi Gedung Kemenpora. (Foto: Ist)

Diduga Adhi Purnomo dan Eko Triyanto menerima suap sebesar Rp318 juta dari pejabat KONI terkait hibah dari pemerintah untuk KONI yang disalurkan melalui Kemenpora. Sementara Mulyana diduga menerima uang dalam bentuk saldo ATM sebe‎sar Rp100 juta.

(Baca juga: KPK Periksa Ketua KONI Pusat terkait Suap Dana Hibah Kemenpora)

Uang yang diterima para pejabat Kemenpora dari petinggi KONI itu diduga berkaitan dengan penyaluran ‎‎bantuan tahun anggaran 2018 dari pemerintah untuk KONI melalui Kemenpora‎. Adapun nilai dana hibah dari pemerintah untuk KONI sebesar Rp17,9 miliar.

KPK menduga ada pemberian suap lain untuk pejabat Kemenpora. Pemberian suap lainnya tersebut berupa mobil Toyota Fortuner, uang Rp300 juta, dan satu handphone Samsung Galaxy Note 9.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini