
Hary memaparkan, NTB tak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur jalan dan bandara, melainkan juga berbagai sarana dan prasarana penunjang, mulai dari penginapan, spot kuliner, hingga promosi yang tak kalah penting.
“Itu satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Bukan hanya masalah infrastruktur, dengan segala ekosistemnya, termasuk harus ada promosinya,” tegas pria asal Surabaya, Jawa Timur itu.
Saat ini, lanjut Hary, wisatawan asing yang datang ke Indonesia terkonsentrasi di tiga titik saja, yaitu sebanyak 40% ke Bali, 30% ke Jakarta, 15% ke Batam dan sisanya tersebar di seluruh Indonesia, termasuk NTB.
Dengan ekosistem yang memadai, Hary yakin pariwisata NTB bisa menarik setidaknya 15% wisatawan asing yang datang ke Tanah Air.
“Saya yakin NTB bisa mendapat 15 persen dari turis asing yang datang ke Indonesia. Sekarang ini, turis asing di Indonesia 40 persen ke Bali, 30 persen ke Jakarta, 15 persen ke Batam,” ucap pria yang juga Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia dan Ketua Umum Pengurus Besar Olahraga Biliar Seluruh Indonesia itu.