nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dituduh Mencuri, Santri Dikeroyok hingga Koma

Rus Akbar, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 18:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 13 340 2017460 dituduh-mencuri-santri-dikeroyok-hingga-koma-UGB5pk66hw.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

PADANG - Robby Alhalim (18) santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengalami koma. Saat ini masih terbaring koma di RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Orang tua Robby, Yoserizal tak menerima kondisi anak bungsunya mendapatkan perlakuan kekerasan di pondok pesantren. Apalagi pemicu pengeroyokan diduga dituduh melakukan pencurian. Padahal menurut Yose, Robby adalah anak yang baik, lurus, dan jujur.

“Anak saya hanya korban tuduhan untuk menutupi santri lainnya. Setahu saya di pondok pesantren itu memakai barang orang sudah biasa, mencuri sudah biasa, memeras sudah biasa, tapi Robby hanya korban untuk menutupi prilaku santri yang ada," kata Yoserizal, Rabu (13/2/2019) saat menunggu anaknya.

Yoserizal mendapat kabar anaknya dikeroyok pada Senin 11 Februari 2019, sedangkan peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Minggu 10 Februari 2019. Robby sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Panjang hingga akhirnya dirujuk ke Kota Padang.

"Kalau kata dokter dilihat dari kondisinya anak saya (dianiaya) semuanya dengan benda tumpul, kalau tangan kosong enggak kayak gini. Semua badan kena hanya dari betis ke bawah yang engga (dipukuli)," tuturnya.

Robby merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Selain Robby terdapat juga kakak-kakaknya yang juga menjadi alumni pondok pesantren Nurul Ikhlas. Robby kini duduk di kelas 4 di pesantren atau setara dengan kelas 1 Sekolah Menengah Atas (SMA).

Biasanya Robby pulang sekali enam bulan. Hal itu sesuai dengan keinginan Robby meski pondok pesantren memperoleh pulang ke rumah 1 kali dalam sebulan. Sejauh ini pihak yayasan pondok pesantren mengaku secara lisan mempertanggungjawabkan semua dalam pembiayaan.

"Pagi tadi laporan tim medis kondisi Robby kian menurun, bapak harus siap menerima keadaan. Dari hasil analisisa dokter juga mengatakan Robby diduga dikeroyok lebih dari belasan orang," katanya.

Kapolsek X Koto, AKP Rita Saryanti membenarkan kejadian itu peristiwa pengeroyokan tersebut.

"Benar ada kasus pengeroyokan yang dilakukan secara bergantian di pondok pesantren Nurul Ikhlas. Kami sudah menerima laporan dari pihak keluarga yang langsung membuat laporan polisi kemarin," kata Rita

Setelah mendapat laporan tersebut, Rita dan anggotanya mendatangi pondok pesantren untuk mengumpulkan bukti-bukti, saksi hingga olah tempat kejadian perkara. Selain itu, surat visum juga telah dikirim.

"Informasi awal yang kami dapatkan pengeroyokan berawal dari salah seorang santri merasa kehilangan barang. Sehingga yang merasa kehilangan merasa kesal, marah dan curiga kepada korban yang membuatnya melakukan tindakan pengeroyokan," katanya.

Diduga korban dikeroyok sebanyak 16 orang santri yang masih saling kenal dan teman sekelas korban. Namun untuk pemeriksaan indikasi yang terlibat ini, pihak pondok pesantren meminta diundur terlebih dahulu.

"Rencana kemarin kami lakukan pemeriksaan periksa, ternyata pihak pondok dan teman-teman korban yang diduga terlibat sedang berada di Padang untuk membesuk korban. Sekarang Insya Allah jadwal pemeriksaan saksi-saksi terlebih dahulu," kata Rita.

Sementara itu, Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustavianof, mengatakan untuk korban pengeroyokan seorang santri masih mendapat perawatan intensif.

"Pasien mendapatkan perawatan di Ruangan Observasi Intensif (ROI) Instalasi Anestesiologi Terapi Intensif RSUP M Djamil," katanya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini