"Informasi awal yang kami dapatkan pengeroyokan berawal dari salah seorang santri merasa kehilangan barang. Sehingga yang merasa kehilangan merasa kesal, marah dan curiga kepada korban yang membuatnya melakukan tindakan pengeroyokan," katanya.
Diduga korban dikeroyok sebanyak 16 orang santri yang masih saling kenal dan teman sekelas korban. Namun untuk pemeriksaan indikasi yang terlibat ini, pihak pondok pesantren meminta diundur terlebih dahulu.
"Rencana kemarin kami lakukan pemeriksaan periksa, ternyata pihak pondok dan teman-teman korban yang diduga terlibat sedang berada di Padang untuk membesuk korban. Sekarang Insya Allah jadwal pemeriksaan saksi-saksi terlebih dahulu," kata Rita.
Sementara itu, Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustavianof, mengatakan untuk korban pengeroyokan seorang santri masih mendapat perawatan intensif.
"Pasien mendapatkan perawatan di Ruangan Observasi Intensif (ROI) Instalasi Anestesiologi Terapi Intensif RSUP M Djamil," katanya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.