Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Beri Pembekalan di Sultra, Hary Tanoesoedibjo: 2019 Kesempatan Indonesia Tingkatkan Ekspor

Beri Pembekalan di Sultra, Hary Tanoesoedibjo: 2019 Kesempatan Indonesia Tingkatkan Ekspor
Ketum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo di Kendari
A
A
A

KENDARI - Tahun 2019 diharapkan kinerja ekspor Indonesia bisa meningkat, seiring dengan tuntasnya perang dagang Amerika Serikat dan China.

"Saya harap 2019 ekonomi dunia mulai stabil, trade war sudah selesai. Semua pihak bisa berkonsentrasi berdagang. Ini kesempatan Indonesia meningkatkan ekspornya," kata Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Hal tersebut disampaikan Hary Tanoe seusai Konailidasi dan Pemberuan Pembekalan Caleg Partai Perindo untuk pemenangan Pemilu 2019.

(Baca Juga: Hary Tanoe: Sulsel Jadi Percontohan Perindo Bangun Daerah)

Diketahui tahun 2018, Indonesia mencatatkan penurunan ekspor sebesar 1,04% year on year (yoy), sedangkan impor mengalami peningkatan signifikan, yaitu 12,10% yoy.

Hary Tanoe mengatakan penyebab penurunan ekspor harus diketahui akar permasalahannya, sebab penurunan ekspor bisa diakibatkkan oleh berbagai sebab.

"Kalau permintaan ekspor turun, kita cari pasar baru. Kalau daya saing kita turun, kita benahi. Bagaimana bisa lebih produktif, lebih murah, dengan kualitas tetap sama," ujar Hary Tanoe.

Tantangan lainnya adalah Indonesia bisa mengekspor barang jadi di berbagai sektor mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan hingga pertambangan. Untuk perikanan misalnya, mulai dari penangkapan ikan, cold storage hingga pengolahan harus dilakukan di Indonesia.

"Ke depan, kita harus mampu menggeser dari ekspor barang mentah ke barang jadi. Menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja," kata Hary Tanoe.

(Baca Juga: Jokowi-Ma'ruf Ungguli Prabowo-Sandi dalam Pemberitaan Positif)

Di sisi lain, peningkatan impor harus diwaspadai, karena hal ini bisa menggerus devisa. Bila devisa tergerus, hal ini akan mempengaruhi nilai tukar rupiah di pasar. Tergerusnya devisa, akan menurunkan nilai tukar rupiah.

Ekonomi, sambungnya, harus memperhatikan berbagai aspek secara keseluruhan. "Fokus pembangunan ekonomi harus berpusat pada peningkatan konsumsi masyarakat, belanja negara, investasi asing dan dalam negeri dan ekspor serta pengurangan impor," tutur Hary Tanoe.

Untuk meningkatkan konsumsi, daya beli masyarakat harus diperbaiki, khususnya di beberapa daerah yang timpang, karena penurunan di sejumlah sektor. Untuk itu, diperlukan distribusi proyek yang merata di setiap daerah untuk mempertahankan daya beli masyarakat.

Investasi luar negeri dan dalam negeri juga harus digalang, dicari kiat-kiatnya agar tiap daerah bisa meningkat.

Kedatangan Hary Tanoe di Sulsel adalah rangkaian perjalanan berkeliling ke seluruh 80 Dapil di seluruh Indonesia guna bertemu langsung dengan caleg-caleg Partai Perindo. Hal ini guna mendengarkan perkembangan di lapangan dan memaksimalkan kerja-kerja Caleg dengan cara yang efektif. Kehadiran Hary Tanoe sekaligus menjadi contoh bagi kader Perindo untuk terjun langsung ke lapangan.

Di setiap daerah, Hary Tanoe juga selalu turun ke masyarakat, ke sentra-sentra UMKM yang turut menjadi penggerak ekonomi Indonesia. Perhatiannya kepada pedagang-pedagang kecil diwujudkan Hary Tanoe dengan mendengarkan segala permasalahan-permasalahan mereka, seperti di Kendari, Hary Tanoe singgah mencicipi kuliner khas, yaitu Pisang Epe di Kendari Beach.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement