nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dalami Kasus Polisi Interogasi Tahanan dengan Ular, Komisi III DPR Terbang ke Papua

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 13:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 14 337 2017865 dalami-kasus-polisi-interogasi-tahanan-dengan-ular-komisi-iii-dpr-terbang-ke-papua-va9DxilWXu.jpg Ilustrasi

JAKARTA – Komisi III DPR RI yang membidangi urusan hukum, HAM, dan keamanan mengecam tindakan oknum polisi di Papua yang menginterogasi terduga pelaku kejahatan menggunakan ular.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Erma Suryani Ranik, malam ini mengaku akan memimpin rombongan ke Papua untuk melakukan rapat kerja dengan Polda setempat. Di sana, mereka akan mendalami kasus tersebut.

"Penggunaan ular itu saya kecam. Malam ini saya akan pimpin rombongan Komisi III ke Papua. Besok pagi ada rapat kerja dengan Polda Papua," kata Erma saat ditemui Okezone di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Politikus Partai Demokrat itu menegaskan, prosedur pemeriksaan terhadap terduga pelaku tindak pidana sudah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dan beragam Peraturan Kapolri (Perkap). Karena itu, Komisi II DPR akan mendalami peristiwa tersebut.

ilustrasi (Getty Images)

"Besok akan kami dalami. Fakta-fakta apa yang sebenarnya terjadi. Prosedur pemeriksaan oleh polisi sudah ada di KUHAP dan beragam Peraturan Kapolri," tutur Erma.

Sebelumnya diberitakan, oknum polisi di Papua menginterogasi seorang terduga pelaku kejahatan dengan ular. Bahkan, binatang buas tersebut dililitkan di leher pelaku kejahatan tersebut.

(Baca Juga : Polri Sanksi Polisi yang Interogasi Tahanan dengan Ular)

Namun, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, pihaknya telah memberikan sanksi terhadap anggotanya yang menginterogasi menggunakan ular.

"Diberikan teguran untuk tidak mengulangi lagi," kata Dedi kepada Okezone, Jakarta, Selasa 12 Februari 2019.

(Baca Juga : Polisi Interogasi Tahanan dengan Ular, Kompolnas: Itu Tindak Pidana!)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini