nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Sampah, 4 Perumahan Dekat Sungai Cikeas Terendam Banjir

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Minggu 17 Februari 2019 13:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 17 338 2019108 banyak-sampah-4-perumahan-dekat-sungai-cikeas-terendam-banjir-PSC2oLUqW6.jpg Foto: Istimewa

BOGOR - Empat perumahan di Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi terendam banjir. Banjir tersebut terjadi akibat luapan Sungai Cikeas usai diguyur hujan lebat pada Jumat 15 Februari 2019.

Informasi yang diperoleh dari Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, banjir di empat perumahan tersebut terjadi pada Sabtu 16 Februari 2019 dini hari.

Keempat perumahan tersebut adalah Vila Nusa Indah 3 dan Vila Mahkota Pesona di Kabupaten Bogor. Sementara di Kota Bekasi, banjir melanda perumahan Bumi Perkemahan Jatisari dan Puri Nusaphala.

"Genangan air mencapai ketinggian 20-60 cm, dan merendam sejumlah rumah warga. Sejak tahun 2015 tinggi muka air (TMA) Cikeas hari ini yang tertinggi, mencapai 417 cm di alat ukur TMA milik KP2C," katanya, kepada Okezone, Minggu (17/2/2019).

Foto: Ist

Ketika hulu sungai meluap, biasanya perumahan di sepanjang sungai Cileungsi yang dilanda banjir. Namun pada Sabtu subuh, ketinggian air di titik pantau TMA KP2C di sungai Cileungsi 330 cm. Sementara di titik pantau TMA KP2C di P2C (Pertemuan Cileungsi-Cikeas) di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi tertinggi mencapai 550 cm.

(Baca juga: Hujan Deras pada Minggu Dini Hari, Ciledug Raya Tergenang Banjir)

Padahal, Jumat tengah malam pukul 23:00 WIB, titik pantau TMA KP2C di kawasan Cibongas ketinggian air mencapai 280 cm. Hal itu sangat jarang terjadi.

"Dini hari Sabtu tadi, luapan sungai Cileungsi hanya menggenangi jalan di beberapa perumahan. Kejadian ini cukup unik, dan menjadi bahan evaluasi KP2C ke depan untuk menetapkan titik-titik berpotensi banjir terkait TMA Cikeas dan Cileungsi," ujarnya.

Foto: Ist

Dilaporkan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun dipastikan terjadi kerugian puluhan juta rupiah, karena rusaknya barang-barang rumah tangga dan ada satu prosesi pemakaman di pemakaman umum Jatisari sempat terganggu.

Puarman menambahkan, selain lantaran tingginya curah hujan dengan intensitas cukup panjang, luapan sungai Cikeas yang melanda empat kawasan perumahan tersebut lebih disebabkan oleh gunungan sampah yang menumpuk di Bendung Koja.

"Sampah kebanyakan berupa batang bambu. Ini dapat menghambat aliran air sungai. KP2C berharap Bendung Koja segera dibersihkan," imbuh Puarman.

Dalam peristiwa itu, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor dilaporkan ikut aktif membantu membersihkan sisa lumpur banjir di kawasan banjir. Ikut juga terlibat Tim Penanggulangan Bencana Desa Bojongkulur dan Tagana Kabupaten Bogor.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini