Pimpin Demonstrasi Terhadap Presiden, Petani Nikaragua Divonis 216 Tahun Penjara

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 19 Februari 2019 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 19 18 2020067 pimpin-demonstrasi-terhadap-presiden-petani-nikaragua-divonis-216-tahun-penjara-BtkBZTfsC1.jpg Presiden Nikaragua, Daniel Ortega. (Foto: Reuters)

MANAGUA – Seorang petani yang membantu memimpin protes terhadap Presiden Nikaragua, Daniel Ortega tahun lalu, pada Senin divonis 216 tahun penjara. Vonis itu dijatuhkan hanya beberapa hari setelah para pemimpin usaha mendesak pemerintah Nikaragua untuk melepaskan para narapidana yang dianggap sebagai tahanan politik.

Hakim memvonis Medardo Mairena setelah dia didakwa atas tuduhan terorisme dan kejahatan terorganisir pada Desember tahun lalu. Dia ditangkap pada Juli bersama para anggota oposisi yang berpartisipasi dalam dialog yang gagal dengan pemerintah.

Mairena telah membantah tuduhan tersebut.

Lebih dari 320 orang tewas dalam protes terhadap Ortega tahun lalu, setelah pendukung pemerintah dan polisi menembaki kerumunan massa oposisi. Sejak saat itu, aksi-aksi unjuk rasa telah diredam dan pemerintah telah menekan media oposisi dan organisasi yang terlihat mendukung demonstrasi tersebut.

Mairena adalah pemimpin gerakan yang menentang proyek pembangunan jalur air yang menghubungkan lautan Pasifik dan Atlantik dan menyaingi Terusan Panama. Proyek yang mendapat dukungan dari China itu saat ini telah ditunda pembangunannya.

BACA JUGA: Lebih dari 300 Tewas dalam Tiga Bulan Demonstrasi Anti Pemerintah di Nikaragua

Selama akhir pekan lalu, pemerintah dan kelompok bisnis bertemu dalam upaya memulai kembali perundingan untuk mengakhiri krisis yang telah menyebabkan kerusakan parah pada perekonomian negara Amerika Tengah yang miskin itu. Kelompok-kelompok bisnis menuntut pembebasan lebih dari 600 orang yang mereka anggap sebagai tahanan politik.

Terlepas dari vonis terhadap Mairena, undang-undang Nikaragua menyatakan bahwa tidak boleh ada warga negara yang dikurung selama lebih dari 30 tahun di penjara.

“Ini adalah hukuman yang dilebih-lebihkan, konyol dan politis,” kata pengacara Mairena, Julio Montenegro sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (19/2/2019).

"Kami akan mengajukan banding ... dan pergi ke pengadilan internasional."

Hakim Edgard Altamirano memutuskan bahwa Mairena adalah dalang pembunuhan lima polisi yang tewas dalam protes di sebuah kotamadya di selatan Nikaragua dan penculikan dua polisi lainnya.

Beberapa organisasi, termasuk PBB, telah mengkritik "penggunaan kekuatan berlebihan" untuk mengendalikan protes dan menyalahkan pemerintah Ortega untuk sebagian besar kematian yang dilaporkan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini