Ada Selisih Jumlah dalam Kasus Mahasiswi Curi Uang Pesantren, Mungkinkah Terbuang?

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 21 Februari 2019 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 21 519 2021027 ada-selisih-jumlah-dalam-kasus-mahasiswi-curi-uang-pesantren-mungkinkah-terbuang-kpQgrFr7gN.jpg Terekam CCTV Melakukan Aksi Pencurian di Pesantren, Seorang Mahasiswa Ditangkap Polisi (foto: Avirista M/Okezone)

MALANG - Pencurian uang ratusan juta di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Islahiyah, Singosari, masih menyisakan misteri. Lantaran ada selisih jumlah nominal uang yang awalnya dilaporkan kepada kepolisian baik itu barang bukti yang disita dari pelaku dan pengakuan dari pihak ponpes.

Berdasarkan laporan kerugian awal ponpes ditaksir mencapai Rp130 juta, namun jumlah tersebut belum jumlah yang pasti hanya perkiraan yang dilaporkan ke Polsek Singosari.

(Baca Juga: Kehabisan Bensin saat Cari Kerja, Askori Nekat Curi Kotak Amal di Masjid) 

Titik terang jumlah nominal terkuak selang sehari pasca pencurian uang pada Rabu 13 Februari 2019 pukul 09.00 WIB itu terungkap. Di mana setelah dihitung menurut pihak Ponpes ada Rp213.090.000 yang raib digondol Siska Zumrotul Fauzia (22), mahasiswi perguruan tinggi di Kota Malang.

Terduga pelaku sendiri sempat mengembalikan uang ke pihak Ponpes Al Islahiyah dengan mengirimkan uang Rp146.050.000 melalui jasa perusahaan pengiriman JNE dengan mengatasnamakan nama dan alamat fiktif yakni Afwan beralamatkan di Malang dengan nomor telepon fiktif. 

"Hasil penyelidikan yang sudah dibelanjakan pelaku Rp1-2 juta, ada yang disetor tunai ke rekening pelaku Rp6-7 juta," ujar Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono, Kamis (21/2/2015).

Mahasiswi Pencuri uang pesantren	 

Sementara pengelola Ponpes Al Islahiyah Ahsani F. Rahman membenarkan bila pihaknya kehilangan uang Rp213.090.000 sesaat setelah dihitung kembali.

"Kemarin memang dilaporan Rp130 juta, itu karena perkiraan kerugian. Setelah kita hitung kembali total ternyata ada Rp213.090.000," jelas cucu pendiri Ponpes Al Islahiyah yang disapa Gus Sani kepada Okezone.

Bila benar perhitungan kerugian pihak Ponpes Al Islahiyah, maka dapat diperoleh total uang Rp146.050.000 yang dikembalikan pelaku melalui pengiriman JNE, dengan total uang yang dibelanjakan pelaku dan digunakan berobat mencapai Rp1-2 juta, ditambah dengan yang disetor tunai ke rekeningnya senilai Rp 6-7 juta. Maka terdapat selisih uang Rp58.040.000 dari total nilai kerugian yang dihitung pihak ponpes pasca laporan pertama.

Sedangkan bila berpatokan kepada laporan kerugian awal ke polisi Rp130 juta dengan jumlah uang yang dikembalikan pelaku senilai Rp146.050.000, maka terdapat selisih kelebihan sekira Rp16 juta.

Kepolisian sendiri masih kesulitan mendalami selisih uang tersebut lantaran pelaku tak mengakui perbuatannya. Polisi sendiri hanya berpedoman pada rekaman kamera CCTV yang disita dari pihak Ponpes, dengan informasi ada tiga orang yang wajahnya mirip dengan yang terekam di kamera CCTV, sebelum mengamankan pelaku.

(Baca Juga: Viral Pencurian Uang Ratusan Juta di Pesantren, Mahasiswi Malang Ditangkap) 

Tak adanya saksi mata dan ada sejumlah barang bukti berupa pakaian dan jilbab yang dipakai saat beraksi, serta tas yang digunakan menyimpan uang, setelah mencuri dibuang ke Sungai Bengawan Solo oleh pelaku.

Mungkinkah uang sekira Rp58 juta itu ikut terbuang ke Sungai Bengawan Solo? Pihak Kepolisian sendiri masih mendalaminya.

"Kemungkinan selisih uang ini masih disimpan pelaku, kita masih dalami," ucap Iptu Supriyono.

Hingga kini teka - teki selisih uang itu belum bisa terpecahkan. Kepolisian sendiri terus mendalami kasus pencurian ini.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini