nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diintimidasi saat Meliput Munajat 212, Jurnalis CNN Indonesia Melapor ke Polisi

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 20:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 27 338 2023700 diintimidasi-saat-meliput-munajat-212-jurnalis-cnn-indonesia-melapor-ke-polisi-zNEYMQWJCF.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Sejumlah jurnalis mendapatkan tindakan yang kurang mengenakan saat meliput kegiatan Munjat 212 di Monas pada 21 Februari 2019 di Monas, Gambir, Jakarta Pusat. Akibatnya para jurnalis yang mendapatkan tindakan seperti itu melaporkan ke pihak kepolisian.

Seperti jurnalis kameramen CNN Indonesia bernama Endra Rezaldi. Ia melaporkan tindak intimidasi saat meliput kegiatan Munajat 212, dan melaporkan sejumlah massa ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.

Mewakili Endra, Kepala Peliputan CNN Indonesia TV, Revolusi Riza mengatakan pada hari ini dirinya bersama oleh pihak Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers menemani Endra melaporkan ke pihak kepolisian atas tindakan intimidasi tersebut.

"Hari ini kami baru melakukan pelaporan. Nah setelah pelaporan kita akan menunggu panggilan selanjutnya untuk membuat berita acara pemeriksaan dan sebagainya untuk penyelidikannya," ungkap Revolusi Riza di Mapolda Metro Jaya, Rabu (27/2/2019).

 ss

Laporan tersebut teregister dalam nomor laporan LP/1219/II/2019/PMJ/Dit.Reskrimum Pada tanggal 27 Februari 2019. Dimana yang terlapor merupakan sekolompok massa yang menggunakan atribut ormas Front Pembela Islam (FPI).

"Terlapor dalam kasus ini adalah massa yang memakai atribut Front Pembela Islam. Tapi kita belum tahu ini kan mereka memakai atribut ya itu urusan polisi untuk mencari siapa pelaku," jelas dia.

Riza menambahkan, dalam pelaporan ini pihaknya membawa barang bukti berupa kamera dan sebuah rekaman yang menampilkan pemaksaan penghapusan video liputan yang dialami Endra saat meliput kegiatan Munajat 212.

Ia mengutarakan bila laporan Endra memperkuat laporan yang sudah dilayangkan sebelumnya oleh jurnalis Detik.com dan Suara.com. Dimana Laporan tersebut teregister dalam nomor laporan 358/K/II/2019/ RESTRO JAKPUS tanggal 22 Februari 2019.

 s

"Laporan ini untuk memperkuat laporan sebelumnya yang dilakukan oleh teman-teman detik.com dan suara.com," kata Riza.

Diketahui sebelumnya, Satria wartawan Detik.com jadi korban persekusi segerombolan orang saat meliput Munajat 212 di Monas, Jakarta Pusat, pada Kamis 21 Februari 2019. Tak hanya Satria, Endra dipaksa oleh sejumlah massa untuk menghapus rekaman video yang merekam terjadinya pencopetan di kegiatan Munajat 212 tersebut.

Sehingga Tindakan tersebut dianggap melanggar Pasal 4 Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1990 tentang kebebasan pers.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini