Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hary Tanoe: Kesenjangan Negara Kita Tinggi

Taufik Budi , Jurnalis-Kamis, 28 Februari 2019 |05:14 WIB
Hary Tanoe: Kesenjangan Negara Kita Tinggi
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo memberikan pembekalan kepada caleg Perindo di Semarang, Jateng. Foto/Okezone
A
A
A

BATANG – Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo membeberkan kesenjangan masyarakat di Tanah Air menjadi masalah serius. Untuk itu, sejak awal didirikan Perindo terus fokus untuk menciptakan rakyat sejahtera dengan menumbuhkan ekonomi kerakyatan.

“Narkoba, korupsi, hak asasi manusia itu semua adalah common problem (masalah umum-red) yang harus diberantas. Tapi yang menjadi fundamental problem (dasar masalah-red) dari negara kita adalah kesenjangannya tinggi. Di mana negara lain telah selesai, masyarakatnya sudah jauh lebih matang,” ujar Hary Tanoe saat memberikan pembekalan politik kepada ratusan Caleg Dapil Jateng 1 dan 10 di Batang, Rabu (27/2/2019).

“Bagaimana caranya mempersempit kesenjangan? Bukan yang atas suruh turun, bisa chaos nanti. Tapi yang di bawah dipercepat untuk naik. Mereka kita jadikan kelompok-kelompok baru di masyarakat yang produktif,” terangnya.

Baca: Blusukan dan Makan Bakso di Pasar Serang, Hary Tanoe Diminta Perjuangkan Kesejahteraan Wong Cilik 

Menurutnya, kelompok-kelompok baru itu mesti ditumbuhkan secara cepat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Mereka juga akan menciptakan lapangan kerja baru sehingga dapat menyerap lebih banyak pengangguran.

“Kalau makin banyak kelompok baru setiap tahun, maka akan banyak mesin-mesin produktif yang ikut membangun ekonomi kita. Ikut menciptakan lapangan kerja, jadi pembayar pajak baru. Ini harus kita perjuangkan. Ini hanya bisa dilakukan dengan kebijakan, sementara kebijakan siapa yang buat? Legislatif dan pelaksananya eksekutif,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, pertumbuhan lapangan kerja selama ini tak sebanding dengan banyaknya pencari kerja. Akibatnya, masyarakat hanya mendapatkan gaji kecil. “Teori kesejahteraan sederhana, kalau pertumbuhan pencari kerja lebih tinggi daripada pemberi kerja. Bisa gak gaji naik? Tidak bisa. Hanya bisa naik, jika pertumbuhan pemberi kerja lebih cepat daripada pertumbuhan pencari kerja,” tuturnya. 

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement